entah kenapa belakangan ini aku memeikirkan ttg kematian ku..
apa aku akan mati dalam waktu dekat ini? aku tdk tahu hanya Allah yg tahu segalanya.
lalu aku memikirkan Ian kembali..
aku begitu merindukannya..
Minggu, 30 Agustus 2009
Senin, 10 Agustus 2009
bunda & kamu
Malam ini aku merasakan bayi ku bergerak aktif..subhanallah.. Seandainya bunda punya sedikit uang lebih nak..km pasti sudah ku bawa kedokter.. Bunda rindu melihatmu lagi. saat pertama kali bunda lihat km ketika usg usia mu msh 20 minggu. begitu kecil... bila waktu gajian tiba bunda janji akan kuturuti bila kau ingin makan..kita tidak perlu kuatir kelaparan lg spt malam ini..bunda yakin kita berdua baik2 saja..
Cepet lahir ya sayang.. :)
Cepet lahir ya sayang.. :)
saat ini..
sudah lebih setahun dr kejadian di jakarta, putranto, Ian..
aku disini, bandung. tepatnya sudah satu setengah bulan aku menetap dibandung sendirian..tanpa mama, keluarga, siapa pun. aku mengubur diriku dalam2 disini. kota baru, asing dan memuli kehidupan untuk ku dan bayi ku.
Ya, aku memang wanita brengsek..aku tengah hamil 6,5 bulan sekarang dengan lagi-lagi laki-laki yg tidak bertanggung jawab bertamengkan sholat, dzikir, dan berbau agamais lainnya. semula ku kira dia adalah lelaki terakhirku. beranjak dari kesakitan dan keterpurukan aku bangkit SENDIRIAN. aku begitu kuat..beberapa kali pun aku diterjang badai permasalahan aku langsung bangkit sampai suatu hari aku menemui laki-laki tinggi, hitam, baik hati, dan alim! itu ku butuhkan karna aku sudah muak dengan laki2 yg hanya menginginkan tubuhku.. Rangga, namanya. pada awalnya aku masih dibawah bayang-bayang Ian. tapi kali ini tidak. Rangga tidak pernah memaksa menciumku..Rangga tidak pernah berbuat aneh2 terhadapku pada awalnya. hingga awal tahun 2009 ini kuserahkan jiwa raga ku menjadi miliknya. memang agak trauma ketika pertama kali 'melakukannya dosa' itu lagi apalagi ditambah kejadian dengan Putranto yg mengharuskan aku menggugurkan kandungan ku.
untuk kedua kali nya aku mantap menjaling hubungan. Rangga lekas membawaku ke orang tua nya, dan akhir tahun 2008 kemarin Rangga sempat memboyongku ke Tasik didepan keluarga besarnya. aku terharu dan teriris dalam waktu bersamaan..di Tasik lah aku menemukan kejanggalan pertama di hubungan kami ketika tak sengaja ku lihat sms mesra yg bukan milikku, dari perempuan lain bernama Ayu. aku hancur saat itu jg, tp ku urungkan niat ku utk berdebat. ku bersabar utk menerima kepahitan ini, & ku coba memaafkan Rangga.. aku pendam masalah itu sampai suatu momen aku melihat lagi foto RAngga bersama wanita itu di sebuah pernikahan teman SMA nya yg ku ingat sat itu Rangga berdalih tdk bisa membawaku karna mobilnya penuh dengan teman-teman yg menebeng.
Singkatnya skrg aku hamil (lagi), dan lebih buruknya Rangga kabur entah kemana. kakak dan adik Rangga yg mengetahui nya malah memaki ku di belakang mama, namun ketika mereka di depan mama bersumpah utk bertanggung jawab. keluarga sakit jiwa! padahal mereka dapat dibilang manusia yg taat pada agama. sholat lima waktu jarang mereka tinggalkan, mengaji, dzikir, dan lain2nya.mereka MENGAKU keluarga yg taat agama. persetan dengan semua nya kalau kelakuan mereka menginjak dan menghinaku seperti ini!
mama org g paling ku harapkan malah berusaha membunuh bayi ku. "gugurkan! jgn buat mama malu didepan keluarga & relasi mama" begitu kata nya. lalu aku lari dr jakarta menuju bandung. sekarang disini lah aku. alasan pertama mengapa ku buat jurnal ini hanya sebagai pelampiasan semata. pacarku mendepakku, orang tua membuangku, sahabat yg kukira tak kan pernah menyakiti berbalik memfitnah ku didepan Rangga. Rangga kira aku hamil dengan Ian, mantan tunangan ku. masyaallah! ditambah fitnahan dari sahabat ku sendiri Arlen! aku sudah muak dengan mereka! aku muak!mereka menusukku dari belakang dan berpaling dengan penghianatan.
saat ini aku lari dr jakarta dengan sisa2 uang tabungan dan dr hasil menggadaikan laptop yg ku cicil bersusah payah. disini aku tinggal disebuah kamar kos yg kecil, sempit, namun cukup nyaman untuk ku dan bayi ku tercinta.sudah sebulan aku bertahan dengan Indomie. aku tahu ini tidak baik bagi janin ku alhasil tubuhku tak segemuk wanita hamil lainnya namun perutku tetap membuncit. lama kelamaan aku tidak bisa menutupi kehamilan ku ini dengan korset yg ku pakai tiap hari. aku mulai bekerja sebagai pelayan disebuah restaurant di salah satu mall bandung. aku tdk peduli meski harus menyapu, mengepel, atau mun membuang sampah. yg penting uang yg kuraih halal walaupun tidak banyak.tak sedikit waktu yg kuhabiskan utk menahan lapar ditengah malam..mungkin anak ku benar2 ingin makan. terkadang aku merasakan tendangan atau pukulan di perutku yg memandakan anak ku aktif. walaupun kandungan ku hampir menginjak bulan ke 7 baru satu kali ku memeriksakan ke dokter.itu jg karna terpaksa utk membuktikan kpd mama bahwa aku benar2 hamil dan Rangga harus bertanggung jawab.
saat ini aku benar2 pindah kost an. ke kamar yg lebih kecil, sempit. alasannya mudah, karna harga sewa nya yg lebih murah. persediaan uang ku mulai menipis.. tidak ada lagi susu ibu hamil utk kesehatan bayi ku. tidak ada lagi cemilan dikala aku lapar tengah malam, dan tidak ada lagi ojek ataupun taksi yg ku naiki. aku harus berjalan kaki atau naik angkot menuju tempatku bekerja. seandainya saja Rangga yg kukenal mau sedikit saja berbaik hati membuka hati nya utk anak yg kukandung. tp aku tidak mau mengemis! aku tidak boleh mengeluh, apalagi merengek seperti putri manja. aku akan menjadi ibu bagi anak ku, hanya aku yg dia butuhkan bukan neneknya yg telah membuang ku ataupun ayahnya yg mencampakkan ku! kuharap anak ku berkelamin laki-laki sehingga tidak perlu wali ketika aku harus menikahinya kelak.
sampai saat ini aku terus menyembunyikan air mata didepan org2. namun tak sedikit yg kutumpahkan kala malam sepi menyapa ku terlebih ketika anak ku sayang tengah bermain didalam perutku.
ku harap aku dapat berhatan hingga esok anak ku lahir didunia.. kuharap aku masih dapat membisikan adzan utk nya nanti.. ataupun sekedar memeluk tubuh mungilnya ketika dia hadir utk ku..
aku disini, bandung. tepatnya sudah satu setengah bulan aku menetap dibandung sendirian..tanpa mama, keluarga, siapa pun. aku mengubur diriku dalam2 disini. kota baru, asing dan memuli kehidupan untuk ku dan bayi ku.
Ya, aku memang wanita brengsek..aku tengah hamil 6,5 bulan sekarang dengan lagi-lagi laki-laki yg tidak bertanggung jawab bertamengkan sholat, dzikir, dan berbau agamais lainnya. semula ku kira dia adalah lelaki terakhirku. beranjak dari kesakitan dan keterpurukan aku bangkit SENDIRIAN. aku begitu kuat..beberapa kali pun aku diterjang badai permasalahan aku langsung bangkit sampai suatu hari aku menemui laki-laki tinggi, hitam, baik hati, dan alim! itu ku butuhkan karna aku sudah muak dengan laki2 yg hanya menginginkan tubuhku.. Rangga, namanya. pada awalnya aku masih dibawah bayang-bayang Ian. tapi kali ini tidak. Rangga tidak pernah memaksa menciumku..Rangga tidak pernah berbuat aneh2 terhadapku pada awalnya. hingga awal tahun 2009 ini kuserahkan jiwa raga ku menjadi miliknya. memang agak trauma ketika pertama kali 'melakukannya dosa' itu lagi apalagi ditambah kejadian dengan Putranto yg mengharuskan aku menggugurkan kandungan ku.
untuk kedua kali nya aku mantap menjaling hubungan. Rangga lekas membawaku ke orang tua nya, dan akhir tahun 2008 kemarin Rangga sempat memboyongku ke Tasik didepan keluarga besarnya. aku terharu dan teriris dalam waktu bersamaan..di Tasik lah aku menemukan kejanggalan pertama di hubungan kami ketika tak sengaja ku lihat sms mesra yg bukan milikku, dari perempuan lain bernama Ayu. aku hancur saat itu jg, tp ku urungkan niat ku utk berdebat. ku bersabar utk menerima kepahitan ini, & ku coba memaafkan Rangga.. aku pendam masalah itu sampai suatu momen aku melihat lagi foto RAngga bersama wanita itu di sebuah pernikahan teman SMA nya yg ku ingat sat itu Rangga berdalih tdk bisa membawaku karna mobilnya penuh dengan teman-teman yg menebeng.
Singkatnya skrg aku hamil (lagi), dan lebih buruknya Rangga kabur entah kemana. kakak dan adik Rangga yg mengetahui nya malah memaki ku di belakang mama, namun ketika mereka di depan mama bersumpah utk bertanggung jawab. keluarga sakit jiwa! padahal mereka dapat dibilang manusia yg taat pada agama. sholat lima waktu jarang mereka tinggalkan, mengaji, dzikir, dan lain2nya.mereka MENGAKU keluarga yg taat agama. persetan dengan semua nya kalau kelakuan mereka menginjak dan menghinaku seperti ini!
mama org g paling ku harapkan malah berusaha membunuh bayi ku. "gugurkan! jgn buat mama malu didepan keluarga & relasi mama" begitu kata nya. lalu aku lari dr jakarta menuju bandung. sekarang disini lah aku. alasan pertama mengapa ku buat jurnal ini hanya sebagai pelampiasan semata. pacarku mendepakku, orang tua membuangku, sahabat yg kukira tak kan pernah menyakiti berbalik memfitnah ku didepan Rangga. Rangga kira aku hamil dengan Ian, mantan tunangan ku. masyaallah! ditambah fitnahan dari sahabat ku sendiri Arlen! aku sudah muak dengan mereka! aku muak!mereka menusukku dari belakang dan berpaling dengan penghianatan.
saat ini aku lari dr jakarta dengan sisa2 uang tabungan dan dr hasil menggadaikan laptop yg ku cicil bersusah payah. disini aku tinggal disebuah kamar kos yg kecil, sempit, namun cukup nyaman untuk ku dan bayi ku tercinta.sudah sebulan aku bertahan dengan Indomie. aku tahu ini tidak baik bagi janin ku alhasil tubuhku tak segemuk wanita hamil lainnya namun perutku tetap membuncit. lama kelamaan aku tidak bisa menutupi kehamilan ku ini dengan korset yg ku pakai tiap hari. aku mulai bekerja sebagai pelayan disebuah restaurant di salah satu mall bandung. aku tdk peduli meski harus menyapu, mengepel, atau mun membuang sampah. yg penting uang yg kuraih halal walaupun tidak banyak.tak sedikit waktu yg kuhabiskan utk menahan lapar ditengah malam..mungkin anak ku benar2 ingin makan. terkadang aku merasakan tendangan atau pukulan di perutku yg memandakan anak ku aktif. walaupun kandungan ku hampir menginjak bulan ke 7 baru satu kali ku memeriksakan ke dokter.itu jg karna terpaksa utk membuktikan kpd mama bahwa aku benar2 hamil dan Rangga harus bertanggung jawab.
saat ini aku benar2 pindah kost an. ke kamar yg lebih kecil, sempit. alasannya mudah, karna harga sewa nya yg lebih murah. persediaan uang ku mulai menipis.. tidak ada lagi susu ibu hamil utk kesehatan bayi ku. tidak ada lagi cemilan dikala aku lapar tengah malam, dan tidak ada lagi ojek ataupun taksi yg ku naiki. aku harus berjalan kaki atau naik angkot menuju tempatku bekerja. seandainya saja Rangga yg kukenal mau sedikit saja berbaik hati membuka hati nya utk anak yg kukandung. tp aku tidak mau mengemis! aku tidak boleh mengeluh, apalagi merengek seperti putri manja. aku akan menjadi ibu bagi anak ku, hanya aku yg dia butuhkan bukan neneknya yg telah membuang ku ataupun ayahnya yg mencampakkan ku! kuharap anak ku berkelamin laki-laki sehingga tidak perlu wali ketika aku harus menikahinya kelak.
sampai saat ini aku terus menyembunyikan air mata didepan org2. namun tak sedikit yg kutumpahkan kala malam sepi menyapa ku terlebih ketika anak ku sayang tengah bermain didalam perutku.
ku harap aku dapat berhatan hingga esok anak ku lahir didunia.. kuharap aku masih dapat membisikan adzan utk nya nanti.. ataupun sekedar memeluk tubuh mungilnya ketika dia hadir utk ku..
Selasa, 04 Agustus 2009
peluk dari jauh
Terus berjalan dijalanan tak berujung disini ku sendiri....
Seperti perahu, oleng diterjang omak terus menerus..
Seperti anak ayam men-ciap pilu tanpa induknya..
Seperti layang-layang putus ditengah kencangnya angin..
Disini ku tak tahu harus berjalan kemana..ditengah jalan tak bertepi.
lagi-lagi ku sendiri tanpa mu..
kaki ku terlalu letih untuk menggapai mu..
suara ku terlalu sayup untuk memanggil mu..
tangan ku terlalu lunglai untuk memeluk mu..
mungkin degupan jantung ku cukup kuat untuk bertahan disini..
untuk memikirkan pelukanmu, telinga mu yg mendengarkan keluh kesal ku, kata-kata mu yg meredam emosi ku semakin membuatku cukup sinting karna ku tau itu sudah tdk mungkin...
dan lagi-lagi AKU BENCI UTK TERUS BERHARAP DAN MENGATAKAN AKU MENGINGINKAN MU DISAMPING KU..padahal kau sudah milik-NYA...papa....
*peluk dari jauh buat papa disurga*
Seperti perahu, oleng diterjang omak terus menerus..
Seperti anak ayam men-ciap pilu tanpa induknya..
Seperti layang-layang putus ditengah kencangnya angin..
Disini ku tak tahu harus berjalan kemana..ditengah jalan tak bertepi.
lagi-lagi ku sendiri tanpa mu..
kaki ku terlalu letih untuk menggapai mu..
suara ku terlalu sayup untuk memanggil mu..
tangan ku terlalu lunglai untuk memeluk mu..
mungkin degupan jantung ku cukup kuat untuk bertahan disini..
untuk memikirkan pelukanmu, telinga mu yg mendengarkan keluh kesal ku, kata-kata mu yg meredam emosi ku semakin membuatku cukup sinting karna ku tau itu sudah tdk mungkin...
dan lagi-lagi AKU BENCI UTK TERUS BERHARAP DAN MENGATAKAN AKU MENGINGINKAN MU DISAMPING KU..padahal kau sudah milik-NYA...papa....
*peluk dari jauh buat papa disurga*
Setelah menjauh dari Putranto, Ian mulai mendekati ku lagi tepat disaat aku jatuh sakit. Tidak ada satu pun yg tahu kalau aku sedang pendarahan akibat menggugurkan kandungan ku selain sahabat ku Arlen. sahabat yg sudah ku anggap seperti kakak sendiri.
Ian kembali dikehidupan ku lagi, dia merawat ku dengan kasih sayang ketika aku menutup rapat dosa besar. entah dari mana pada suatu saat Ian mengetahui dosa itu! aku tidak tahu dari mana dia mengetahuinya dan bagaimana cara nya dia mengetahui kemaksiatan ku. Dia marah, lagi-lagi memaki ku tapi aku pasrah, memang aku yg bersalah. Ian bersumpah ingin menghancurkan dan mengancam putranto karna telah menyakiti ku. Alhasil putranto lari dari rumah sekitar 3minggu. Saat itu aku masih sedikit merindukan ayah dr anak yg pernah ku kandung tp hanya sekedar emosi sesaat. Perasaan ku tetap pada Ian yg tetap merawat, menjaga ku walaupun dia mengetahui mantan tunangannya telah tidur, hamil dengan orang lain dan berani membunuh bayi dalam kandungannya sendiri.
Ian adalah pria berhati besar yg pernah ku miliki..dia tidak pernah beranjak dr samping ku tetap merawat dengan kasih sayang. namun tidak sedikit caci maki disaat dia mengingat nama Putranto. ku tebalkan kuping ku, dan berusaha bersabar "toh ini slahku semua". Ian menerima ku apa ada nya. perasaan ku tumbuh lebih besar lagi terhadap Ian, dan ku putuskan untuk kembali kepada nya.
Aku meminta kesempatan kedua di hubungan kami yg mulai membaik, namun jawabanya mengecewakan. Ian bilang lebih baik aku membuka hati ku utk lelaki lain. apa maksud dari smua ini???? ber bulan-bulan Ian merawatku dan memberi harapan baru tapi dia malah menolak ku! seperti nya takdir sedang mempermainkan hidupku.
Aku marah dengan Tuhan.tp aku hanya bisa menangis, dan menyesali bahwa ini lah karma ku. karma dari menyakiti Ian dan bayi ku sendiri.. aku mengerti, siapa yg mau dengan perempuan kotor seperti ku? siapa yg mau barang bekas seperti ku? kalaupun ada pasti hargaku 'murah'
aku berusaha bangkit dari keterpurukan..mengais serpihan-serpihan keidupan yg telah hancur di tangan ku sendiri. aku terlalu sombong, angkuh! sekarang luluh lantah bersama kesucian dan harga diri..
Ian kembali dikehidupan ku lagi, dia merawat ku dengan kasih sayang ketika aku menutup rapat dosa besar. entah dari mana pada suatu saat Ian mengetahui dosa itu! aku tidak tahu dari mana dia mengetahuinya dan bagaimana cara nya dia mengetahui kemaksiatan ku. Dia marah, lagi-lagi memaki ku tapi aku pasrah, memang aku yg bersalah. Ian bersumpah ingin menghancurkan dan mengancam putranto karna telah menyakiti ku. Alhasil putranto lari dari rumah sekitar 3minggu. Saat itu aku masih sedikit merindukan ayah dr anak yg pernah ku kandung tp hanya sekedar emosi sesaat. Perasaan ku tetap pada Ian yg tetap merawat, menjaga ku walaupun dia mengetahui mantan tunangannya telah tidur, hamil dengan orang lain dan berani membunuh bayi dalam kandungannya sendiri.
Ian adalah pria berhati besar yg pernah ku miliki..dia tidak pernah beranjak dr samping ku tetap merawat dengan kasih sayang. namun tidak sedikit caci maki disaat dia mengingat nama Putranto. ku tebalkan kuping ku, dan berusaha bersabar "toh ini slahku semua". Ian menerima ku apa ada nya. perasaan ku tumbuh lebih besar lagi terhadap Ian, dan ku putuskan untuk kembali kepada nya.
Aku meminta kesempatan kedua di hubungan kami yg mulai membaik, namun jawabanya mengecewakan. Ian bilang lebih baik aku membuka hati ku utk lelaki lain. apa maksud dari smua ini???? ber bulan-bulan Ian merawatku dan memberi harapan baru tapi dia malah menolak ku! seperti nya takdir sedang mempermainkan hidupku.
Aku marah dengan Tuhan.tp aku hanya bisa menangis, dan menyesali bahwa ini lah karma ku. karma dari menyakiti Ian dan bayi ku sendiri.. aku mengerti, siapa yg mau dengan perempuan kotor seperti ku? siapa yg mau barang bekas seperti ku? kalaupun ada pasti hargaku 'murah'
aku berusaha bangkit dari keterpurukan..mengais serpihan-serpihan keidupan yg telah hancur di tangan ku sendiri. aku terlalu sombong, angkuh! sekarang luluh lantah bersama kesucian dan harga diri..
i sing this song for u
This song success makes me cryin' over over and over again..
it's reminds me about papa, that he gone from me..
May he rest in peace with GOD by his side and we pray for him.
so long papa.. luv u more
*hug & kiss*
Luther Vandros - Dance with my father
Back when I was a child, before life removed all the innocence
My father would lift me high and dance with my mother and me and then
Spin me around ‘til I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure I was loved
If I could get another chance, another walk, another dance with him
I’d play a song that would never, ever end
How I’d love, love, love
To dance with my father again
When I and my mother would disagree
To get my way, I would run from her to him
He’d make me laugh just to comfort me
Then finally make me do just what my mama said
Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he
would be gone from me
If I could steal one final glance,
one final step, one final dance with him
I’d play a song that would never, ever end
‘Cause I’d love, love, love
To dance with my father again
Sometimes I’d listen outside her door
And I’d hear how my mother cried for him
I pray for her even more than me
I pray for her even more than me
I know I’m praying for much too much
But could you send back the only man she loved
I know you don’t do it usually
But dear Lord she’s dying
To dance with my father again
Every night I fall asleep and this is all I ever dream
it's reminds me about papa, that he gone from me..
May he rest in peace with GOD by his side and we pray for him.
so long papa.. luv u more
*hug & kiss*
Luther Vandros - Dance with my father
Back when I was a child, before life removed all the innocence
My father would lift me high and dance with my mother and me and then
Spin me around ‘til I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure I was loved
If I could get another chance, another walk, another dance with him
I’d play a song that would never, ever end
How I’d love, love, love
To dance with my father again
When I and my mother would disagree
To get my way, I would run from her to him
He’d make me laugh just to comfort me
Then finally make me do just what my mama said
Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he
would be gone from me
If I could steal one final glance,
one final step, one final dance with him
I’d play a song that would never, ever end
‘Cause I’d love, love, love
To dance with my father again
Sometimes I’d listen outside her door
And I’d hear how my mother cried for him
I pray for her even more than me
I pray for her even more than me
I know I’m praying for much too much
But could you send back the only man she loved
I know you don’t do it usually
But dear Lord she’s dying
To dance with my father again
Every night I fall asleep and this is all I ever dream
Langganan:
Komentar (Atom)
