saat ini tak banyak yg bisa ku tulis lagi. hasrat ku untuk menuang emosi ku perlahan lenyap bersamaan dengan hilangnya semangat hidup ku..aku sudah tdk sanggup untuk meneruskan sisa cerita hidup ku lagi disini dan dikehidupan nyataku.
kepala ku terlalu penuh dengan rasa sakit, benci, dendam kepada mereka yg telah membuat jiwa ku seperti ini. dan terlalu sedih utk memikirkan Ian yg semakin jauh dr ku. seandinya dia tahu aku tdk bisa berhenti utk memikirkan nya. bayangannya menggelapkan batin ku hingga aku tdk bisa menggantikannya dengan yg lain. tidak pernah bisa! walaupun itu sudah kucoba berulang kali, beberapa kali lelaki lain menggantikan posisinya td tak ada yg sama seperti Ian. walau aku dulu menepis itu semua tp pada kenyataannya aku tidak bisa.aku kembali dengan teman lama ku, Clozaril & Xanax. mereka kudapatkan dr dokter ilegal yg sempat ku kenal di bandung. hingga sekarang sekali lagi ku bercengkrama bersama obat-obat itu. otak ku tak bisa berfikir lebih banyak dr ini.
Rasa nya ingin ku akhiri semua ini..pergi jauh dr tempat yg kunamai dunia
Kamis, 08 Oktober 2009
Senin, 05 Oktober 2009
aku harus apa?
aku harus apa?
anak ku kembali kau panggil!
aku harus apa?
kepedihan selalu membututiku!
aku harus apa?
kau ambil org terpenting dlm hidup ku, tapi tak pernah aku berhenti menyembah Mu!
aku harus apa?
kau kirim orang2 biadab untuk menyakitiku, tapi tak sedetik pun aku meninggalkan Mu!
aku harus apa?
berulang kali aku terjatuh, tapi hanya nama Mu yg selalu ku lafal kan!
aku harus apa lagi sekarang?
aku muak, aku menyerah dengan semua mau Mu TUHAN!
Kau dengar itu? sekarang aku pun menyerah dengan hidup ku! aku marah dengan Mu!
dengan atau tanpa mu, akan ku akhiri segala ini tak peduli bila Kau murka dengan ku karna ku telah menyerah dengan Mu!
anak ku kembali kau panggil!
aku harus apa?
kepedihan selalu membututiku!
aku harus apa?
kau ambil org terpenting dlm hidup ku, tapi tak pernah aku berhenti menyembah Mu!
aku harus apa?
kau kirim orang2 biadab untuk menyakitiku, tapi tak sedetik pun aku meninggalkan Mu!
aku harus apa?
berulang kali aku terjatuh, tapi hanya nama Mu yg selalu ku lafal kan!
aku harus apa lagi sekarang?
aku muak, aku menyerah dengan semua mau Mu TUHAN!
Kau dengar itu? sekarang aku pun menyerah dengan hidup ku! aku marah dengan Mu!
dengan atau tanpa mu, akan ku akhiri segala ini tak peduli bila Kau murka dengan ku karna ku telah menyerah dengan Mu!
Minggu, 30 Agustus 2009
tanpa judul
entah kenapa belakangan ini aku memeikirkan ttg kematian ku..
apa aku akan mati dalam waktu dekat ini? aku tdk tahu hanya Allah yg tahu segalanya.
lalu aku memikirkan Ian kembali..
aku begitu merindukannya..
apa aku akan mati dalam waktu dekat ini? aku tdk tahu hanya Allah yg tahu segalanya.
lalu aku memikirkan Ian kembali..
aku begitu merindukannya..
Senin, 10 Agustus 2009
bunda & kamu
Malam ini aku merasakan bayi ku bergerak aktif..subhanallah.. Seandainya bunda punya sedikit uang lebih nak..km pasti sudah ku bawa kedokter.. Bunda rindu melihatmu lagi. saat pertama kali bunda lihat km ketika usg usia mu msh 20 minggu. begitu kecil... bila waktu gajian tiba bunda janji akan kuturuti bila kau ingin makan..kita tidak perlu kuatir kelaparan lg spt malam ini..bunda yakin kita berdua baik2 saja..
Cepet lahir ya sayang.. :)
Cepet lahir ya sayang.. :)
saat ini..
sudah lebih setahun dr kejadian di jakarta, putranto, Ian..
aku disini, bandung. tepatnya sudah satu setengah bulan aku menetap dibandung sendirian..tanpa mama, keluarga, siapa pun. aku mengubur diriku dalam2 disini. kota baru, asing dan memuli kehidupan untuk ku dan bayi ku.
Ya, aku memang wanita brengsek..aku tengah hamil 6,5 bulan sekarang dengan lagi-lagi laki-laki yg tidak bertanggung jawab bertamengkan sholat, dzikir, dan berbau agamais lainnya. semula ku kira dia adalah lelaki terakhirku. beranjak dari kesakitan dan keterpurukan aku bangkit SENDIRIAN. aku begitu kuat..beberapa kali pun aku diterjang badai permasalahan aku langsung bangkit sampai suatu hari aku menemui laki-laki tinggi, hitam, baik hati, dan alim! itu ku butuhkan karna aku sudah muak dengan laki2 yg hanya menginginkan tubuhku.. Rangga, namanya. pada awalnya aku masih dibawah bayang-bayang Ian. tapi kali ini tidak. Rangga tidak pernah memaksa menciumku..Rangga tidak pernah berbuat aneh2 terhadapku pada awalnya. hingga awal tahun 2009 ini kuserahkan jiwa raga ku menjadi miliknya. memang agak trauma ketika pertama kali 'melakukannya dosa' itu lagi apalagi ditambah kejadian dengan Putranto yg mengharuskan aku menggugurkan kandungan ku.
untuk kedua kali nya aku mantap menjaling hubungan. Rangga lekas membawaku ke orang tua nya, dan akhir tahun 2008 kemarin Rangga sempat memboyongku ke Tasik didepan keluarga besarnya. aku terharu dan teriris dalam waktu bersamaan..di Tasik lah aku menemukan kejanggalan pertama di hubungan kami ketika tak sengaja ku lihat sms mesra yg bukan milikku, dari perempuan lain bernama Ayu. aku hancur saat itu jg, tp ku urungkan niat ku utk berdebat. ku bersabar utk menerima kepahitan ini, & ku coba memaafkan Rangga.. aku pendam masalah itu sampai suatu momen aku melihat lagi foto RAngga bersama wanita itu di sebuah pernikahan teman SMA nya yg ku ingat sat itu Rangga berdalih tdk bisa membawaku karna mobilnya penuh dengan teman-teman yg menebeng.
Singkatnya skrg aku hamil (lagi), dan lebih buruknya Rangga kabur entah kemana. kakak dan adik Rangga yg mengetahui nya malah memaki ku di belakang mama, namun ketika mereka di depan mama bersumpah utk bertanggung jawab. keluarga sakit jiwa! padahal mereka dapat dibilang manusia yg taat pada agama. sholat lima waktu jarang mereka tinggalkan, mengaji, dzikir, dan lain2nya.mereka MENGAKU keluarga yg taat agama. persetan dengan semua nya kalau kelakuan mereka menginjak dan menghinaku seperti ini!
mama org g paling ku harapkan malah berusaha membunuh bayi ku. "gugurkan! jgn buat mama malu didepan keluarga & relasi mama" begitu kata nya. lalu aku lari dr jakarta menuju bandung. sekarang disini lah aku. alasan pertama mengapa ku buat jurnal ini hanya sebagai pelampiasan semata. pacarku mendepakku, orang tua membuangku, sahabat yg kukira tak kan pernah menyakiti berbalik memfitnah ku didepan Rangga. Rangga kira aku hamil dengan Ian, mantan tunangan ku. masyaallah! ditambah fitnahan dari sahabat ku sendiri Arlen! aku sudah muak dengan mereka! aku muak!mereka menusukku dari belakang dan berpaling dengan penghianatan.
saat ini aku lari dr jakarta dengan sisa2 uang tabungan dan dr hasil menggadaikan laptop yg ku cicil bersusah payah. disini aku tinggal disebuah kamar kos yg kecil, sempit, namun cukup nyaman untuk ku dan bayi ku tercinta.sudah sebulan aku bertahan dengan Indomie. aku tahu ini tidak baik bagi janin ku alhasil tubuhku tak segemuk wanita hamil lainnya namun perutku tetap membuncit. lama kelamaan aku tidak bisa menutupi kehamilan ku ini dengan korset yg ku pakai tiap hari. aku mulai bekerja sebagai pelayan disebuah restaurant di salah satu mall bandung. aku tdk peduli meski harus menyapu, mengepel, atau mun membuang sampah. yg penting uang yg kuraih halal walaupun tidak banyak.tak sedikit waktu yg kuhabiskan utk menahan lapar ditengah malam..mungkin anak ku benar2 ingin makan. terkadang aku merasakan tendangan atau pukulan di perutku yg memandakan anak ku aktif. walaupun kandungan ku hampir menginjak bulan ke 7 baru satu kali ku memeriksakan ke dokter.itu jg karna terpaksa utk membuktikan kpd mama bahwa aku benar2 hamil dan Rangga harus bertanggung jawab.
saat ini aku benar2 pindah kost an. ke kamar yg lebih kecil, sempit. alasannya mudah, karna harga sewa nya yg lebih murah. persediaan uang ku mulai menipis.. tidak ada lagi susu ibu hamil utk kesehatan bayi ku. tidak ada lagi cemilan dikala aku lapar tengah malam, dan tidak ada lagi ojek ataupun taksi yg ku naiki. aku harus berjalan kaki atau naik angkot menuju tempatku bekerja. seandainya saja Rangga yg kukenal mau sedikit saja berbaik hati membuka hati nya utk anak yg kukandung. tp aku tidak mau mengemis! aku tidak boleh mengeluh, apalagi merengek seperti putri manja. aku akan menjadi ibu bagi anak ku, hanya aku yg dia butuhkan bukan neneknya yg telah membuang ku ataupun ayahnya yg mencampakkan ku! kuharap anak ku berkelamin laki-laki sehingga tidak perlu wali ketika aku harus menikahinya kelak.
sampai saat ini aku terus menyembunyikan air mata didepan org2. namun tak sedikit yg kutumpahkan kala malam sepi menyapa ku terlebih ketika anak ku sayang tengah bermain didalam perutku.
ku harap aku dapat berhatan hingga esok anak ku lahir didunia.. kuharap aku masih dapat membisikan adzan utk nya nanti.. ataupun sekedar memeluk tubuh mungilnya ketika dia hadir utk ku..
aku disini, bandung. tepatnya sudah satu setengah bulan aku menetap dibandung sendirian..tanpa mama, keluarga, siapa pun. aku mengubur diriku dalam2 disini. kota baru, asing dan memuli kehidupan untuk ku dan bayi ku.
Ya, aku memang wanita brengsek..aku tengah hamil 6,5 bulan sekarang dengan lagi-lagi laki-laki yg tidak bertanggung jawab bertamengkan sholat, dzikir, dan berbau agamais lainnya. semula ku kira dia adalah lelaki terakhirku. beranjak dari kesakitan dan keterpurukan aku bangkit SENDIRIAN. aku begitu kuat..beberapa kali pun aku diterjang badai permasalahan aku langsung bangkit sampai suatu hari aku menemui laki-laki tinggi, hitam, baik hati, dan alim! itu ku butuhkan karna aku sudah muak dengan laki2 yg hanya menginginkan tubuhku.. Rangga, namanya. pada awalnya aku masih dibawah bayang-bayang Ian. tapi kali ini tidak. Rangga tidak pernah memaksa menciumku..Rangga tidak pernah berbuat aneh2 terhadapku pada awalnya. hingga awal tahun 2009 ini kuserahkan jiwa raga ku menjadi miliknya. memang agak trauma ketika pertama kali 'melakukannya dosa' itu lagi apalagi ditambah kejadian dengan Putranto yg mengharuskan aku menggugurkan kandungan ku.
untuk kedua kali nya aku mantap menjaling hubungan. Rangga lekas membawaku ke orang tua nya, dan akhir tahun 2008 kemarin Rangga sempat memboyongku ke Tasik didepan keluarga besarnya. aku terharu dan teriris dalam waktu bersamaan..di Tasik lah aku menemukan kejanggalan pertama di hubungan kami ketika tak sengaja ku lihat sms mesra yg bukan milikku, dari perempuan lain bernama Ayu. aku hancur saat itu jg, tp ku urungkan niat ku utk berdebat. ku bersabar utk menerima kepahitan ini, & ku coba memaafkan Rangga.. aku pendam masalah itu sampai suatu momen aku melihat lagi foto RAngga bersama wanita itu di sebuah pernikahan teman SMA nya yg ku ingat sat itu Rangga berdalih tdk bisa membawaku karna mobilnya penuh dengan teman-teman yg menebeng.
Singkatnya skrg aku hamil (lagi), dan lebih buruknya Rangga kabur entah kemana. kakak dan adik Rangga yg mengetahui nya malah memaki ku di belakang mama, namun ketika mereka di depan mama bersumpah utk bertanggung jawab. keluarga sakit jiwa! padahal mereka dapat dibilang manusia yg taat pada agama. sholat lima waktu jarang mereka tinggalkan, mengaji, dzikir, dan lain2nya.mereka MENGAKU keluarga yg taat agama. persetan dengan semua nya kalau kelakuan mereka menginjak dan menghinaku seperti ini!
mama org g paling ku harapkan malah berusaha membunuh bayi ku. "gugurkan! jgn buat mama malu didepan keluarga & relasi mama" begitu kata nya. lalu aku lari dr jakarta menuju bandung. sekarang disini lah aku. alasan pertama mengapa ku buat jurnal ini hanya sebagai pelampiasan semata. pacarku mendepakku, orang tua membuangku, sahabat yg kukira tak kan pernah menyakiti berbalik memfitnah ku didepan Rangga. Rangga kira aku hamil dengan Ian, mantan tunangan ku. masyaallah! ditambah fitnahan dari sahabat ku sendiri Arlen! aku sudah muak dengan mereka! aku muak!mereka menusukku dari belakang dan berpaling dengan penghianatan.
saat ini aku lari dr jakarta dengan sisa2 uang tabungan dan dr hasil menggadaikan laptop yg ku cicil bersusah payah. disini aku tinggal disebuah kamar kos yg kecil, sempit, namun cukup nyaman untuk ku dan bayi ku tercinta.sudah sebulan aku bertahan dengan Indomie. aku tahu ini tidak baik bagi janin ku alhasil tubuhku tak segemuk wanita hamil lainnya namun perutku tetap membuncit. lama kelamaan aku tidak bisa menutupi kehamilan ku ini dengan korset yg ku pakai tiap hari. aku mulai bekerja sebagai pelayan disebuah restaurant di salah satu mall bandung. aku tdk peduli meski harus menyapu, mengepel, atau mun membuang sampah. yg penting uang yg kuraih halal walaupun tidak banyak.tak sedikit waktu yg kuhabiskan utk menahan lapar ditengah malam..mungkin anak ku benar2 ingin makan. terkadang aku merasakan tendangan atau pukulan di perutku yg memandakan anak ku aktif. walaupun kandungan ku hampir menginjak bulan ke 7 baru satu kali ku memeriksakan ke dokter.itu jg karna terpaksa utk membuktikan kpd mama bahwa aku benar2 hamil dan Rangga harus bertanggung jawab.
saat ini aku benar2 pindah kost an. ke kamar yg lebih kecil, sempit. alasannya mudah, karna harga sewa nya yg lebih murah. persediaan uang ku mulai menipis.. tidak ada lagi susu ibu hamil utk kesehatan bayi ku. tidak ada lagi cemilan dikala aku lapar tengah malam, dan tidak ada lagi ojek ataupun taksi yg ku naiki. aku harus berjalan kaki atau naik angkot menuju tempatku bekerja. seandainya saja Rangga yg kukenal mau sedikit saja berbaik hati membuka hati nya utk anak yg kukandung. tp aku tidak mau mengemis! aku tidak boleh mengeluh, apalagi merengek seperti putri manja. aku akan menjadi ibu bagi anak ku, hanya aku yg dia butuhkan bukan neneknya yg telah membuang ku ataupun ayahnya yg mencampakkan ku! kuharap anak ku berkelamin laki-laki sehingga tidak perlu wali ketika aku harus menikahinya kelak.
sampai saat ini aku terus menyembunyikan air mata didepan org2. namun tak sedikit yg kutumpahkan kala malam sepi menyapa ku terlebih ketika anak ku sayang tengah bermain didalam perutku.
ku harap aku dapat berhatan hingga esok anak ku lahir didunia.. kuharap aku masih dapat membisikan adzan utk nya nanti.. ataupun sekedar memeluk tubuh mungilnya ketika dia hadir utk ku..
Selasa, 04 Agustus 2009
peluk dari jauh
Terus berjalan dijalanan tak berujung disini ku sendiri....
Seperti perahu, oleng diterjang omak terus menerus..
Seperti anak ayam men-ciap pilu tanpa induknya..
Seperti layang-layang putus ditengah kencangnya angin..
Disini ku tak tahu harus berjalan kemana..ditengah jalan tak bertepi.
lagi-lagi ku sendiri tanpa mu..
kaki ku terlalu letih untuk menggapai mu..
suara ku terlalu sayup untuk memanggil mu..
tangan ku terlalu lunglai untuk memeluk mu..
mungkin degupan jantung ku cukup kuat untuk bertahan disini..
untuk memikirkan pelukanmu, telinga mu yg mendengarkan keluh kesal ku, kata-kata mu yg meredam emosi ku semakin membuatku cukup sinting karna ku tau itu sudah tdk mungkin...
dan lagi-lagi AKU BENCI UTK TERUS BERHARAP DAN MENGATAKAN AKU MENGINGINKAN MU DISAMPING KU..padahal kau sudah milik-NYA...papa....
*peluk dari jauh buat papa disurga*
Seperti perahu, oleng diterjang omak terus menerus..
Seperti anak ayam men-ciap pilu tanpa induknya..
Seperti layang-layang putus ditengah kencangnya angin..
Disini ku tak tahu harus berjalan kemana..ditengah jalan tak bertepi.
lagi-lagi ku sendiri tanpa mu..
kaki ku terlalu letih untuk menggapai mu..
suara ku terlalu sayup untuk memanggil mu..
tangan ku terlalu lunglai untuk memeluk mu..
mungkin degupan jantung ku cukup kuat untuk bertahan disini..
untuk memikirkan pelukanmu, telinga mu yg mendengarkan keluh kesal ku, kata-kata mu yg meredam emosi ku semakin membuatku cukup sinting karna ku tau itu sudah tdk mungkin...
dan lagi-lagi AKU BENCI UTK TERUS BERHARAP DAN MENGATAKAN AKU MENGINGINKAN MU DISAMPING KU..padahal kau sudah milik-NYA...papa....
*peluk dari jauh buat papa disurga*
Setelah menjauh dari Putranto, Ian mulai mendekati ku lagi tepat disaat aku jatuh sakit. Tidak ada satu pun yg tahu kalau aku sedang pendarahan akibat menggugurkan kandungan ku selain sahabat ku Arlen. sahabat yg sudah ku anggap seperti kakak sendiri.
Ian kembali dikehidupan ku lagi, dia merawat ku dengan kasih sayang ketika aku menutup rapat dosa besar. entah dari mana pada suatu saat Ian mengetahui dosa itu! aku tidak tahu dari mana dia mengetahuinya dan bagaimana cara nya dia mengetahui kemaksiatan ku. Dia marah, lagi-lagi memaki ku tapi aku pasrah, memang aku yg bersalah. Ian bersumpah ingin menghancurkan dan mengancam putranto karna telah menyakiti ku. Alhasil putranto lari dari rumah sekitar 3minggu. Saat itu aku masih sedikit merindukan ayah dr anak yg pernah ku kandung tp hanya sekedar emosi sesaat. Perasaan ku tetap pada Ian yg tetap merawat, menjaga ku walaupun dia mengetahui mantan tunangannya telah tidur, hamil dengan orang lain dan berani membunuh bayi dalam kandungannya sendiri.
Ian adalah pria berhati besar yg pernah ku miliki..dia tidak pernah beranjak dr samping ku tetap merawat dengan kasih sayang. namun tidak sedikit caci maki disaat dia mengingat nama Putranto. ku tebalkan kuping ku, dan berusaha bersabar "toh ini slahku semua". Ian menerima ku apa ada nya. perasaan ku tumbuh lebih besar lagi terhadap Ian, dan ku putuskan untuk kembali kepada nya.
Aku meminta kesempatan kedua di hubungan kami yg mulai membaik, namun jawabanya mengecewakan. Ian bilang lebih baik aku membuka hati ku utk lelaki lain. apa maksud dari smua ini???? ber bulan-bulan Ian merawatku dan memberi harapan baru tapi dia malah menolak ku! seperti nya takdir sedang mempermainkan hidupku.
Aku marah dengan Tuhan.tp aku hanya bisa menangis, dan menyesali bahwa ini lah karma ku. karma dari menyakiti Ian dan bayi ku sendiri.. aku mengerti, siapa yg mau dengan perempuan kotor seperti ku? siapa yg mau barang bekas seperti ku? kalaupun ada pasti hargaku 'murah'
aku berusaha bangkit dari keterpurukan..mengais serpihan-serpihan keidupan yg telah hancur di tangan ku sendiri. aku terlalu sombong, angkuh! sekarang luluh lantah bersama kesucian dan harga diri..
Ian kembali dikehidupan ku lagi, dia merawat ku dengan kasih sayang ketika aku menutup rapat dosa besar. entah dari mana pada suatu saat Ian mengetahui dosa itu! aku tidak tahu dari mana dia mengetahuinya dan bagaimana cara nya dia mengetahui kemaksiatan ku. Dia marah, lagi-lagi memaki ku tapi aku pasrah, memang aku yg bersalah. Ian bersumpah ingin menghancurkan dan mengancam putranto karna telah menyakiti ku. Alhasil putranto lari dari rumah sekitar 3minggu. Saat itu aku masih sedikit merindukan ayah dr anak yg pernah ku kandung tp hanya sekedar emosi sesaat. Perasaan ku tetap pada Ian yg tetap merawat, menjaga ku walaupun dia mengetahui mantan tunangannya telah tidur, hamil dengan orang lain dan berani membunuh bayi dalam kandungannya sendiri.
Ian adalah pria berhati besar yg pernah ku miliki..dia tidak pernah beranjak dr samping ku tetap merawat dengan kasih sayang. namun tidak sedikit caci maki disaat dia mengingat nama Putranto. ku tebalkan kuping ku, dan berusaha bersabar "toh ini slahku semua". Ian menerima ku apa ada nya. perasaan ku tumbuh lebih besar lagi terhadap Ian, dan ku putuskan untuk kembali kepada nya.
Aku meminta kesempatan kedua di hubungan kami yg mulai membaik, namun jawabanya mengecewakan. Ian bilang lebih baik aku membuka hati ku utk lelaki lain. apa maksud dari smua ini???? ber bulan-bulan Ian merawatku dan memberi harapan baru tapi dia malah menolak ku! seperti nya takdir sedang mempermainkan hidupku.
Aku marah dengan Tuhan.tp aku hanya bisa menangis, dan menyesali bahwa ini lah karma ku. karma dari menyakiti Ian dan bayi ku sendiri.. aku mengerti, siapa yg mau dengan perempuan kotor seperti ku? siapa yg mau barang bekas seperti ku? kalaupun ada pasti hargaku 'murah'
aku berusaha bangkit dari keterpurukan..mengais serpihan-serpihan keidupan yg telah hancur di tangan ku sendiri. aku terlalu sombong, angkuh! sekarang luluh lantah bersama kesucian dan harga diri..
i sing this song for u
This song success makes me cryin' over over and over again..
it's reminds me about papa, that he gone from me..
May he rest in peace with GOD by his side and we pray for him.
so long papa.. luv u more
*hug & kiss*
Luther Vandros - Dance with my father
Back when I was a child, before life removed all the innocence
My father would lift me high and dance with my mother and me and then
Spin me around ‘til I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure I was loved
If I could get another chance, another walk, another dance with him
I’d play a song that would never, ever end
How I’d love, love, love
To dance with my father again
When I and my mother would disagree
To get my way, I would run from her to him
He’d make me laugh just to comfort me
Then finally make me do just what my mama said
Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he
would be gone from me
If I could steal one final glance,
one final step, one final dance with him
I’d play a song that would never, ever end
‘Cause I’d love, love, love
To dance with my father again
Sometimes I’d listen outside her door
And I’d hear how my mother cried for him
I pray for her even more than me
I pray for her even more than me
I know I’m praying for much too much
But could you send back the only man she loved
I know you don’t do it usually
But dear Lord she’s dying
To dance with my father again
Every night I fall asleep and this is all I ever dream
it's reminds me about papa, that he gone from me..
May he rest in peace with GOD by his side and we pray for him.
so long papa.. luv u more
*hug & kiss*
Luther Vandros - Dance with my father
Back when I was a child, before life removed all the innocence
My father would lift me high and dance with my mother and me and then
Spin me around ‘til I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure I was loved
If I could get another chance, another walk, another dance with him
I’d play a song that would never, ever end
How I’d love, love, love
To dance with my father again
When I and my mother would disagree
To get my way, I would run from her to him
He’d make me laugh just to comfort me
Then finally make me do just what my mama said
Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he
would be gone from me
If I could steal one final glance,
one final step, one final dance with him
I’d play a song that would never, ever end
‘Cause I’d love, love, love
To dance with my father again
Sometimes I’d listen outside her door
And I’d hear how my mother cried for him
I pray for her even more than me
I pray for her even more than me
I know I’m praying for much too much
But could you send back the only man she loved
I know you don’t do it usually
But dear Lord she’s dying
To dance with my father again
Every night I fall asleep and this is all I ever dream
Kamis, 30 Juli 2009
my sins
Setelah Ian jauh dari ku pun tak ada lagi tempat mengadu dan melapas penat dr omelan mama atau pun dr pekerjaan ku. Padahal aku tahu Ian tidak pernah bisa jauh dari ku, tapi aku yg menjauhkan diri dr nya karna rasa trauma..aku sendiri lagi.
Mengulang hari-hari 'autis' adalah kegemaran ku..nonton bioskop, makan sampai belanja pun aku sendirian.. Entah kapan tepatnya aku mulai dekat dengan teman lama ku Putranto. dulu Ian cemburu setengah mati dengannya, dan sekali lagi aku dan putranto tidak punya hubungan apa2 dulu, putranto juga punya kekasih yg cantik. tapi ternyata satelah kami mulai berhubungan lagi setelah 2tahun lamanya ternyata putranto dan cacha menyudahi hubungan mereka. disitulah kami merasa ada persamaan, aku dan dia sama2 sendiri. terus terang aku tidak berharap banyak pada putranto, dan tidak punya niatan utk mempunyai hubungan serius dengannya, mungkin karna dilihat dari karakter diri dimana aku tidak menemukan 'kegigihan' putranto dalam berumah tangga dan kemapanannya. maksud dengan 'kemapanan' bukan berati aku perempuan matre yg mengingin kan lelaki kaya raya, tapi setidaknya dia mau berjuang keras bersama ku utk membangung 'kerajaan kecil kami'.
Bagi ku putranto hanya penyemarak hidup ku tidak lebih. Sayang dengannya? tentu saja, tetapi tidak cinta sepeti perasaan ku terhadap Ian. Lagi-lagi karna 'ketololan' ku aku larut dalam dunia malam dimana lagi-lagi aku menenggak alkohol atas pelampiasan kekecewaan terhadap pertunangan yg sudah hancur lebur. malu aku dengan kehidupan pribadi yg tidak semulus karier ku. Peduli setan aku hanya ingin bersenang-senang! putranto bekerja di cafe International di Jakarta tak jarang berkawan dengan alkohol sejenisnya, pada awal kencan kami juga aku disuguhi wine mahal. putranto jenis pria yg sangaaaat adorable pada awalnya. he's know how to treat women rite, our date full of luxurious.. but he's not my tipe. bagaimana utk mempunyai anak, menuju pelaminan pun rasanya masih jauh.. jadi ku ambil waktu hanya untuk bersenag-senang.
Sampai dimana suatu hari ku lakukan dosa terbesarku..aku yg tak sadar akan pengaruh alkohol telah merusak kesucianku sendiri..rasa sesak, sesal, kecewa merebak diseluruh tubuh dan pikiranku. aku adalah wanita sombong dan angkuh dengan semua 'kesucianku' telah hilang dalam waktu semalam. aku dan putranto memang tidak memiliki komitmen apa2 tapi aku begitu dekat dan kami melakukan dosa itu.
satu setengah bulan kemudian aku hamil, terduduk lemas aku dalam kamar mandi pagi itu. tangan ku masih gemetar saat memegang hasil test pack, air mata tak terbendung lagi jatuh bersamaan harga diri ku dan semua masa depan yg susah payah ku susun berserakan seketika. cepat2 ku raih handphone dan ku dial nomor telpon putranto. aku yakin pagi itu pasti dia belum berangkat ke kantornya. "aku hamil beb" diiringi isak tangis line telpon pagi itu. putranto terdiam dan hanya bertanya "kamu mau bagaimana sekarang?" pertanyaan itu masih terngiang ditelingaku sampai detik ini. aku tdk tahu harus melakukan apa dan bagaimana. aku takut, aku benar-benar tidak dapat berfikir jernih.
entah bagaimana pagi itu juga putranto bersama sahabatnya ervan datang kerumahku. Yang menyakitkan putranto turun dari mobil sambil 'cengengesan' dan membawa sebungkus plasti hitam. ternyata isi plastik itu jamu utk menggugurkan kandungan. aku hanya perempuan bodoh yg hanya mengikuti sarannya..hanya bisa mengangguk ketika putranto menjelaskan bagaimana cara membuat dan meminum jamu laknat itu. tiap tengah malam aku terbangun utk meminum jamu itu selama seminggu. namun tidak ada hasilnya, aku masih positif hamil. yg kuinggat 3 hari kemudian putranto membawaku kesalah satu klinik di daerah cikini. entah apa nama klinik itu aku tidak mau ingat! disitu ku buat dosa yg lebih besar dengan menggugurkan kandungan ku..sebelum kuret aku terus menangis didalam mobil, putranto berusaha memeluk utk menenangkan ku tp aku terlalu jijik dengannya.jgnkan disentuh, mendengar suaranya saja aku mual. selama seminggu aku tidak pernah mau mengangkat telpon darinya selain sms utk memberi tahukan kalau hari itu aku mau dibawa keklinik. aku bersumpah demi nama Allah seluruh tubuhku rasanya lebih baik dicabut dari pada aku melakukan dosa biadab itu.
Setiap memejamkan mata ini terbayang lorong-lorong gelap dimana salah satu perawat membawaku ke kursi persalinan. disitu aku harus menanggalkan celana ku dan duduk dikursi yg terbentuk utk mengangkangkan kaki, membuka urat urat kemaluan. dalam hitungan menit perawat membiusku begitu cepat. entah beberapa lama aku terjaga dari obat biusku karna rasa sakit yg begitu hebat diperut. nyeri yg tak tertahankan, aku sudah dipakaikan kembali celana. ternyata proses kuret sudah selesai, dan begitulah rasa membunuh bayimu sendiri, sakit! tdk hanya secara fisik, tapi hatiku benar2 sakit. baru kusadari aku menginginkan bayi itu. bayi yg tak pernah kulihat rupanya, tak pernah ku sentuh raganya, apalagi sekedar memberinya nama..jenis kelaminnya pun aku tak tahu. aku pulang dengan rasa nyeri yg begitu hebat di bagian bawah perut, dan dokter laknat itu memberi beberapa antobiotik, vitamin, dan obat penghilang rasa nyeri.. obat2 itu mungkin bisa menyembuhkan rasa sakit diperutku namun tidak di hati ku.
aku menjauhkan diri dr putranto, dr ayah yg pernah kukandung anaknya..aku terlalu takut utk bertemu dengannya. dosa ku terlalu banyak..aku bukan manusia lagi, aku tak lebih dari setan yg keji membunuh anaknya sendiri, merobek harga dirinya hanya utk kesenangan semalam. aku terlalu hina.. andai papa tau kelakuan anak sulung nya ini, aku begitu malu dengan diriku sendiri. betapa hinanya aku dimata manusia..
aku mulai merindukan Ian yg selalu menjagaku, tapi aku sudah tidak pantas lagi utk menjadi pendamping laki-laki mana pun. aku telah menjadi perempuan yg gagal dan ibu yg biadab..
aku hanya seonggok sampah saat ini, jangankan Ian mau kembali kepadaku, bermimpi menjadi istri orang pun tidak mungkin.siapa yg mau dengan sampah seperti ku?
Mengulang hari-hari 'autis' adalah kegemaran ku..nonton bioskop, makan sampai belanja pun aku sendirian.. Entah kapan tepatnya aku mulai dekat dengan teman lama ku Putranto. dulu Ian cemburu setengah mati dengannya, dan sekali lagi aku dan putranto tidak punya hubungan apa2 dulu, putranto juga punya kekasih yg cantik. tapi ternyata satelah kami mulai berhubungan lagi setelah 2tahun lamanya ternyata putranto dan cacha menyudahi hubungan mereka. disitulah kami merasa ada persamaan, aku dan dia sama2 sendiri. terus terang aku tidak berharap banyak pada putranto, dan tidak punya niatan utk mempunyai hubungan serius dengannya, mungkin karna dilihat dari karakter diri dimana aku tidak menemukan 'kegigihan' putranto dalam berumah tangga dan kemapanannya. maksud dengan 'kemapanan' bukan berati aku perempuan matre yg mengingin kan lelaki kaya raya, tapi setidaknya dia mau berjuang keras bersama ku utk membangung 'kerajaan kecil kami'.
Bagi ku putranto hanya penyemarak hidup ku tidak lebih. Sayang dengannya? tentu saja, tetapi tidak cinta sepeti perasaan ku terhadap Ian. Lagi-lagi karna 'ketololan' ku aku larut dalam dunia malam dimana lagi-lagi aku menenggak alkohol atas pelampiasan kekecewaan terhadap pertunangan yg sudah hancur lebur. malu aku dengan kehidupan pribadi yg tidak semulus karier ku. Peduli setan aku hanya ingin bersenang-senang! putranto bekerja di cafe International di Jakarta tak jarang berkawan dengan alkohol sejenisnya, pada awal kencan kami juga aku disuguhi wine mahal. putranto jenis pria yg sangaaaat adorable pada awalnya. he's know how to treat women rite, our date full of luxurious.. but he's not my tipe. bagaimana utk mempunyai anak, menuju pelaminan pun rasanya masih jauh.. jadi ku ambil waktu hanya untuk bersenag-senang.
Sampai dimana suatu hari ku lakukan dosa terbesarku..aku yg tak sadar akan pengaruh alkohol telah merusak kesucianku sendiri..rasa sesak, sesal, kecewa merebak diseluruh tubuh dan pikiranku. aku adalah wanita sombong dan angkuh dengan semua 'kesucianku' telah hilang dalam waktu semalam. aku dan putranto memang tidak memiliki komitmen apa2 tapi aku begitu dekat dan kami melakukan dosa itu.
satu setengah bulan kemudian aku hamil, terduduk lemas aku dalam kamar mandi pagi itu. tangan ku masih gemetar saat memegang hasil test pack, air mata tak terbendung lagi jatuh bersamaan harga diri ku dan semua masa depan yg susah payah ku susun berserakan seketika. cepat2 ku raih handphone dan ku dial nomor telpon putranto. aku yakin pagi itu pasti dia belum berangkat ke kantornya. "aku hamil beb" diiringi isak tangis line telpon pagi itu. putranto terdiam dan hanya bertanya "kamu mau bagaimana sekarang?" pertanyaan itu masih terngiang ditelingaku sampai detik ini. aku tdk tahu harus melakukan apa dan bagaimana. aku takut, aku benar-benar tidak dapat berfikir jernih.
entah bagaimana pagi itu juga putranto bersama sahabatnya ervan datang kerumahku. Yang menyakitkan putranto turun dari mobil sambil 'cengengesan' dan membawa sebungkus plasti hitam. ternyata isi plastik itu jamu utk menggugurkan kandungan. aku hanya perempuan bodoh yg hanya mengikuti sarannya..hanya bisa mengangguk ketika putranto menjelaskan bagaimana cara membuat dan meminum jamu laknat itu. tiap tengah malam aku terbangun utk meminum jamu itu selama seminggu. namun tidak ada hasilnya, aku masih positif hamil. yg kuinggat 3 hari kemudian putranto membawaku kesalah satu klinik di daerah cikini. entah apa nama klinik itu aku tidak mau ingat! disitu ku buat dosa yg lebih besar dengan menggugurkan kandungan ku..sebelum kuret aku terus menangis didalam mobil, putranto berusaha memeluk utk menenangkan ku tp aku terlalu jijik dengannya.jgnkan disentuh, mendengar suaranya saja aku mual. selama seminggu aku tidak pernah mau mengangkat telpon darinya selain sms utk memberi tahukan kalau hari itu aku mau dibawa keklinik. aku bersumpah demi nama Allah seluruh tubuhku rasanya lebih baik dicabut dari pada aku melakukan dosa biadab itu.
Setiap memejamkan mata ini terbayang lorong-lorong gelap dimana salah satu perawat membawaku ke kursi persalinan. disitu aku harus menanggalkan celana ku dan duduk dikursi yg terbentuk utk mengangkangkan kaki, membuka urat urat kemaluan. dalam hitungan menit perawat membiusku begitu cepat. entah beberapa lama aku terjaga dari obat biusku karna rasa sakit yg begitu hebat diperut. nyeri yg tak tertahankan, aku sudah dipakaikan kembali celana. ternyata proses kuret sudah selesai, dan begitulah rasa membunuh bayimu sendiri, sakit! tdk hanya secara fisik, tapi hatiku benar2 sakit. baru kusadari aku menginginkan bayi itu. bayi yg tak pernah kulihat rupanya, tak pernah ku sentuh raganya, apalagi sekedar memberinya nama..jenis kelaminnya pun aku tak tahu. aku pulang dengan rasa nyeri yg begitu hebat di bagian bawah perut, dan dokter laknat itu memberi beberapa antobiotik, vitamin, dan obat penghilang rasa nyeri.. obat2 itu mungkin bisa menyembuhkan rasa sakit diperutku namun tidak di hati ku.
aku menjauhkan diri dr putranto, dr ayah yg pernah kukandung anaknya..aku terlalu takut utk bertemu dengannya. dosa ku terlalu banyak..aku bukan manusia lagi, aku tak lebih dari setan yg keji membunuh anaknya sendiri, merobek harga dirinya hanya utk kesenangan semalam. aku terlalu hina.. andai papa tau kelakuan anak sulung nya ini, aku begitu malu dengan diriku sendiri. betapa hinanya aku dimata manusia..
aku mulai merindukan Ian yg selalu menjagaku, tapi aku sudah tidak pantas lagi utk menjadi pendamping laki-laki mana pun. aku telah menjadi perempuan yg gagal dan ibu yg biadab..
aku hanya seonggok sampah saat ini, jangankan Ian mau kembali kepadaku, bermimpi menjadi istri orang pun tidak mungkin.siapa yg mau dengan sampah seperti ku?
aku & mama
Akhirnya aku diterima sebagai asisten dosen Universitas swasta di Jakarta. sudah ku bilang aku ini ambisius, pintar, dan slalu mendapatkan apapun yang aku mau terutama dalam karier ku.
Karier ku melonjak drastis, sselain menjabat Art Director di graphic house namun client kami merupakan perusahaan-perusahaan besar. Salary yg ku dapatkan tidak sedikit, belum ditambah bonus2 dari bos ku yg sangat royal. Tak sedikit yang dia beri kepada ku dan karyawan lainnya. Tapi entah kenapa mama selalu saja mengeluh akan keuangan ku, dia selalu merasa tidak cukup. Padahal bagi perempuan seumuran ku karierku sangat diatas rata2..aku bekerja 2 bahkan 3 kali lipat dibandingkan teman-teman ku, aku selalu memberikan hasil jerih payah ku pada mama walaupun berupa 'belanja bulanan yg komplit'. tapi mama selalu mengeluh, tak ada rasa bangga yg terucap dibibirnya yang ada hanya keluhan.
Aku tahu mama terbiasa berpuluh-puluh tahun hidup mewah saat papa masih ada. tapi aku belum bisa dibandingkan dengan papa yang mengabdikan dirinya diperusahaan lebih dari 20tahun dan papa dengan sejuta keahliannya mempunyai perusahaan sendiri diluar kantor yang penghasilan berpuluh kali lipat bahkan seratus kali lipat dibandingkan aku..setiap bulan ada saja keluhan dari mama, yang kurang ini lah, kurang itu lah..salah salah aku membeli merek beras pun dikomentari nya. di samping itu Tasya adik tengah ku dia belum lulus kuliah, meneruskan kuliahpun ogah-ogahan..tidak bekerja seperti aku dulu saat kuliah.tapi apa mama mengomentari nya? tidak sama sekali..Tasya tidak pernah dimarahi, dikeluhi, dikomentari macam2 walaupun kerjaan nya hanya : makan, tidur, bangun siang, jalan-jalan dan bersenang-senang dengan teman2nya. Lisa adik bungsu ku? tentu dia masih tidak terlalu banyak beban, tugasnya hanya belajar. aku merasa di'anak tirikan'. aku mulai memberontak dan bersikap sedikit tidak sopan kepadanya. aku tahu itu salah tapi aki hanya ingin dihargai seperti aku sangat menghargai mama..seandainya dia tahu bagaimana aku berusaha keras memepertahankan beasiswaku dan membuang ego utk bersenang-senang dengan teman kampus, seandainya dia tahu bagaimana aku membanting tulang agar bisa menghidupi diriku sendiri dan berupaya keras membantu adik2ku, seandainya ada satu kata 'bangga' saja yg terucap dari bibirnya ketika aku lulus kuliah dengan predikat terbaik..rasanya ego mama terlalu besar.
Tak jarang saat malam tiba kerinduan ku terhadap papa datang menyergap ku seketika, entah disaat aku membacakan yasin utk nya atau pun sekedar mendengar lagu favorit ku dan papa yg sering kita nyanyikan. aku rindu dimana papa selalu datang kekamarku ketika pulang kantor, ketika kami bergurau bertiga dengan Tasya, dan yg paling ku rindukan saat-saat diriku sakit dia lah orang yg pertama hadir dikamarku untuk memeriksa kesehatanku, bukan mama. aku sadar aku dan mama tidak terlalu dekat semasa papa hidup. Yang ku tahu sesaat ku lahir aku tidur sekamar dengan nenek ku sayang sampai dengan aku lulus TK. 6 tahun masa SD kami sekeluarga hijrah ke Riau, aku pun tdk terlalu dekat dengan mama. mama selalu sibuk dengan kegiatan arisannya, dan shopping dengan istri karyawan2 papa. aku dan Tasya adik ku seperti anak terlalntar yg ditinggal dengan pembantu dan supir. memang pada saat itu aku sedikit merasa kesepian namun sahabat SD ku Gea dan mamanya selalu membuka pintu rumahnya lebar2 utk anak kesepian seperti ku. Yang ku ingat mama nya Gea adalah ibu rumah tangga bertangan dingin memasak segala jenis masakan. semua pekerjaan ibu rumah tangga ia kerjaan sendiri. tak lupa dia sering membuatkan ku jus pepaya + fanta kesukaan ku. berbeda dengan mama segala pekerjaannya di ambil alih oleh mba iyem pembantu yg 6 tahun mengabdi dengan keluarga ku. sampai sekarang pun mama masih tidak terlalu peduli dengan diri ku yg jarang makan ketika aku sibuk dengan pekerjaan ku, dan tak jarang aku sering lupa makan hingga 2 hari sangking sibuknya.
tapi aku tetap sayang dengan mama, itu ku buktikan dengan meninju seseorang anak laki-laki pada saat kelas 4 yg terang2an mengejek mama ku jelek. Dia berkata seperti itu karna mama tidak pernah datang kesekolah karna sibuk dengan kegiatan 'sosialnya' sehingga dikira mamaku seorang wanita jelek yg malu utk datang kesekolah. Ngomong-ngomong mama itu cantik, saat papa meninggal tak perlu waktu lama para duda mendekati mama dan akhirnya (alhamdulillah) mama menikah lagi setahun yang lalu. terlebih waktu muda mama terlihat bersinar ketika kulihat potret usang miliknya.
Ketika papa pergi org yg sangat terpukul adalah mama, saat ini walaupun sudah menikah aku yakin jauh dalam lubuk hati mama dia masih mencintai papa. sering kulihat air mata mama mengalir ketika melihat foto alm papa.
Seandainya mama tahu sebesar apa upaya dan usaha ku kini utk kembali membangun kerajaan kami dulu seperti semasa papa ada. sekuat apa pun hati, aku hanya seorang anak yg masih memerlukan semangat dan perhatian darinya.
Karier ku melonjak drastis, sselain menjabat Art Director di graphic house namun client kami merupakan perusahaan-perusahaan besar. Salary yg ku dapatkan tidak sedikit, belum ditambah bonus2 dari bos ku yg sangat royal. Tak sedikit yang dia beri kepada ku dan karyawan lainnya. Tapi entah kenapa mama selalu saja mengeluh akan keuangan ku, dia selalu merasa tidak cukup. Padahal bagi perempuan seumuran ku karierku sangat diatas rata2..aku bekerja 2 bahkan 3 kali lipat dibandingkan teman-teman ku, aku selalu memberikan hasil jerih payah ku pada mama walaupun berupa 'belanja bulanan yg komplit'. tapi mama selalu mengeluh, tak ada rasa bangga yg terucap dibibirnya yang ada hanya keluhan.
Aku tahu mama terbiasa berpuluh-puluh tahun hidup mewah saat papa masih ada. tapi aku belum bisa dibandingkan dengan papa yang mengabdikan dirinya diperusahaan lebih dari 20tahun dan papa dengan sejuta keahliannya mempunyai perusahaan sendiri diluar kantor yang penghasilan berpuluh kali lipat bahkan seratus kali lipat dibandingkan aku..setiap bulan ada saja keluhan dari mama, yang kurang ini lah, kurang itu lah..salah salah aku membeli merek beras pun dikomentari nya. di samping itu Tasya adik tengah ku dia belum lulus kuliah, meneruskan kuliahpun ogah-ogahan..tidak bekerja seperti aku dulu saat kuliah.tapi apa mama mengomentari nya? tidak sama sekali..Tasya tidak pernah dimarahi, dikeluhi, dikomentari macam2 walaupun kerjaan nya hanya : makan, tidur, bangun siang, jalan-jalan dan bersenang-senang dengan teman2nya. Lisa adik bungsu ku? tentu dia masih tidak terlalu banyak beban, tugasnya hanya belajar. aku merasa di'anak tirikan'. aku mulai memberontak dan bersikap sedikit tidak sopan kepadanya. aku tahu itu salah tapi aki hanya ingin dihargai seperti aku sangat menghargai mama..seandainya dia tahu bagaimana aku berusaha keras memepertahankan beasiswaku dan membuang ego utk bersenang-senang dengan teman kampus, seandainya dia tahu bagaimana aku membanting tulang agar bisa menghidupi diriku sendiri dan berupaya keras membantu adik2ku, seandainya ada satu kata 'bangga' saja yg terucap dari bibirnya ketika aku lulus kuliah dengan predikat terbaik..rasanya ego mama terlalu besar.
Tak jarang saat malam tiba kerinduan ku terhadap papa datang menyergap ku seketika, entah disaat aku membacakan yasin utk nya atau pun sekedar mendengar lagu favorit ku dan papa yg sering kita nyanyikan. aku rindu dimana papa selalu datang kekamarku ketika pulang kantor, ketika kami bergurau bertiga dengan Tasya, dan yg paling ku rindukan saat-saat diriku sakit dia lah orang yg pertama hadir dikamarku untuk memeriksa kesehatanku, bukan mama. aku sadar aku dan mama tidak terlalu dekat semasa papa hidup. Yang ku tahu sesaat ku lahir aku tidur sekamar dengan nenek ku sayang sampai dengan aku lulus TK. 6 tahun masa SD kami sekeluarga hijrah ke Riau, aku pun tdk terlalu dekat dengan mama. mama selalu sibuk dengan kegiatan arisannya, dan shopping dengan istri karyawan2 papa. aku dan Tasya adik ku seperti anak terlalntar yg ditinggal dengan pembantu dan supir. memang pada saat itu aku sedikit merasa kesepian namun sahabat SD ku Gea dan mamanya selalu membuka pintu rumahnya lebar2 utk anak kesepian seperti ku. Yang ku ingat mama nya Gea adalah ibu rumah tangga bertangan dingin memasak segala jenis masakan. semua pekerjaan ibu rumah tangga ia kerjaan sendiri. tak lupa dia sering membuatkan ku jus pepaya + fanta kesukaan ku. berbeda dengan mama segala pekerjaannya di ambil alih oleh mba iyem pembantu yg 6 tahun mengabdi dengan keluarga ku. sampai sekarang pun mama masih tidak terlalu peduli dengan diri ku yg jarang makan ketika aku sibuk dengan pekerjaan ku, dan tak jarang aku sering lupa makan hingga 2 hari sangking sibuknya.
tapi aku tetap sayang dengan mama, itu ku buktikan dengan meninju seseorang anak laki-laki pada saat kelas 4 yg terang2an mengejek mama ku jelek. Dia berkata seperti itu karna mama tidak pernah datang kesekolah karna sibuk dengan kegiatan 'sosialnya' sehingga dikira mamaku seorang wanita jelek yg malu utk datang kesekolah. Ngomong-ngomong mama itu cantik, saat papa meninggal tak perlu waktu lama para duda mendekati mama dan akhirnya (alhamdulillah) mama menikah lagi setahun yang lalu. terlebih waktu muda mama terlihat bersinar ketika kulihat potret usang miliknya.
Ketika papa pergi org yg sangat terpukul adalah mama, saat ini walaupun sudah menikah aku yakin jauh dalam lubuk hati mama dia masih mencintai papa. sering kulihat air mata mama mengalir ketika melihat foto alm papa.
Seandainya mama tahu sebesar apa upaya dan usaha ku kini utk kembali membangun kerajaan kami dulu seperti semasa papa ada. sekuat apa pun hati, aku hanya seorang anak yg masih memerlukan semangat dan perhatian darinya.
Kamis, 16 Juli 2009
tunangan ku sayang, tunangan ku malang..
Aku tahu aku masih sangat sayang dengan Ian, begitu pula dia. Disaat hari ulang tahun ku dengan manis membawa ku kesalah satu cafe dibilangan menteng.disana dia kembali memohon agar aku tidak meninggalkannya..tapi tujuan ku kesana hanya satu mengembalikan cincin pertunangan kami. Ian terdiam, katika didalam mobil pun dia hanya terdiam dan memelukku. ada bulir-bulir air mata yang jatuh dipundakku pada saat Ian memeluk.
aku tahu ini sakit, tapi aku takut untuk lebih sakit lagi bila Ian mengulang kesalahannya kemarin dengan perlakuan kasarnya. aku menjadi sangat sensitif terhadap rasa sakit, dan berusaha lari dari rasa itu yaitu dengan berakhirnya pertunangan kami dari pada aku merasakan siksaan lagi. aku tahu aku egois..sebelumnya aku pernah melempar baju2 Ian yang ada dilemari kamar ku dikala dia menginap dirumah, serta melempar beberapa barang-barang miliknya keluar pagar. Ian pun menangkap barang-barang nya dengan tergopoh-gopoh ditemani air mata yang jatuh dipipi nya. Hari itu aku masih sangat emosi, pikiran ku kacau, dan tidak percaya kalau orang yang selama ini ku banggakan didepan keluarga, teman malah menjadi ganas dengan tuduhan2 yang tak pernah terbukti..entah siapa atau apa yang merasuki Ian saat itu sehingga Ian pun sempat membanting tubuhku dan merebut hp.
tapi sekarang semua nya benar-benar berakhir walau aku tahu ini rasa nya sulit karna masih menyimpan rasa yang begitu dalam terhadap Ian..
aku tahu ini sakit, tapi aku takut untuk lebih sakit lagi bila Ian mengulang kesalahannya kemarin dengan perlakuan kasarnya. aku menjadi sangat sensitif terhadap rasa sakit, dan berusaha lari dari rasa itu yaitu dengan berakhirnya pertunangan kami dari pada aku merasakan siksaan lagi. aku tahu aku egois..sebelumnya aku pernah melempar baju2 Ian yang ada dilemari kamar ku dikala dia menginap dirumah, serta melempar beberapa barang-barang miliknya keluar pagar. Ian pun menangkap barang-barang nya dengan tergopoh-gopoh ditemani air mata yang jatuh dipipi nya. Hari itu aku masih sangat emosi, pikiran ku kacau, dan tidak percaya kalau orang yang selama ini ku banggakan didepan keluarga, teman malah menjadi ganas dengan tuduhan2 yang tak pernah terbukti..entah siapa atau apa yang merasuki Ian saat itu sehingga Ian pun sempat membanting tubuhku dan merebut hp.
tapi sekarang semua nya benar-benar berakhir walau aku tahu ini rasa nya sulit karna masih menyimpan rasa yang begitu dalam terhadap Ian..
my engagement
Aku bertunangan! ya betul, tanpa paksaan dari pihak mana pun.. aku benar2 jatuh cinta kali ini dan pria yg bernama Ian ini juga sangat mencintaiku. ak, dia & kami bahagia. Ian tipe pria metropolis yang tampan, kulitnya putih bersih, mempunya pekerjaan yang lumayan, rajin sholat, pandai bergaul dengan siapa pun, dan yg terpenting dia tergila-gila pada ku.. awalnya aku menjalani hubungan dengan Ian tidak begitu yakin mengingat kejadia Fajar dan mantan-mantan ku yang lain. Tapi pria ini beda sikapnya santun, sabar, sangat 'ngemong', yang pasti dia mantap menjalin hubungan dengan ku..
Sebenarnya pada saat dia memintaku menjadi pacarnya aku sempat menolaknya 3 kali, namun karna kegigihannya itu dan ku lihat dia sangat sayang terhadap adik bungsuku Lisa. dia berhasil merebut simpatik mama, alm.nenek ku tak lama aku pun menjadi sangat simpatik terhadapnya.. melihat bagaimana dia menemaniku menjaga alm nenek yg pada saat itu sebulan dirawat di RS, tak pernah ku mendengar keluhan walaupun kami harus bermalam minggu di RS selama sebulan. terlebih lagi seringkali dia dengan sabar menghadapi sikap egois ku yang memaksa dia menemani ku menyelesaikan Tugas Akhir kuliah.
Beberapa bulan kamu pacaran ku putuskan untuk bertunangan dengan Ian..Ia melamarku dirumah disaat nenekku genap sebulan meninggal. Sayang nenek tidak mengenalnya lebih lama, padahal aku tau nenek mulai menyayangi Ian.
Aku dan Ian sangat, sangat bahagia..tapi satu sifat yang ku tak suka dari nya, pencemburu. bayangkan saja kegiatanku sehari-hari :
- pagi-pagi buta memasak untuk bekal aku dan Ian demi menabung untuk kami menikah,
- dijemput Ian pergi kekantor,
- setelah dia mengantarku ke kantor Ian pun berangkat ke kantornya,
- pulang kantro Ian sudah berada di Lobi kantor ku,
- makan malam bersama Ian,
- sekitar jam 1 atau 2 malam Ian pulang kerumahnya..
begitupun setiap hari, hungga weekend pun aku harus menemani Ian bertemu dengan teman2nya yang rutin setiap sabtu malam..Ian salah satu anggota club mobil 'jepang' di Jakarta.
Bayangkan selama setahun kami bertunangan tak ada waktu aku berkumpul dengan teman ku, kalaupun ada seperti arisan bulanan teman2 kampus Ian pun 'menebeng' bersama kami. sebenarnya ini lebih baik dibandingkan aku harus menyaksikan perselingkuhan yang pernah kulihat terhadap mantanku, namun lama-lama ini membuatku jenuh.sangat jenuh! ditambah lagi hubungan ku dan Ian tidak mengalami perkembangan mengingat kami sudah bertunangan hampir setahun.
Dari awal kami bertunangan aku berupaya keras untuk memperbaiki karier ku demi biaya kami menikah.alhamdulillah di umur ku yang relatif muda aku menjabat sebagai Art Director disalah satu graphic house..gaji ku lumayan tinggi, aku membantu meringan kan Ian untuk melunasi kartu kredit nya namun apa upaya Ian? untuk bekerja serius pun tidak..tiap hari ku ingat kan agar dia memberikan CV serta ijazah untuk ku masukan di kantor alm papa demi kelangsungan kariernya.Ya, aku cukup mengenal teman2 kerja papa. tapi sebulan ku tagih CV dan ijazahnya tak kunjung datang ditangan ku..sepertinya Ian masih mau bermain2 dimasa lajangnya..tapi, Ya Tuhan....dia sudah berumur 30 tahun! kariernya belum begitu mantap! dan makin lama ku lihat niat untuk menuju pelaminan semakin mundur..
Saat nya bicara serius dengannya. kuberi dia waktu 3 bulan untuk mendapatkan pekerjaan baru yang lebih layak, bagi dirinya juga masa depan pernikahan kami kalau tidak aku akan membatalkan pertunangan kami. kulihat awan mendung diwajah Ian yang biasanya selalu ceria..aku tahu dia tidak ingin kami berpisah..begitu pula aku sebenarnya..tapi ini demi dirinya sendiri..dia terlau banyak bermain-main diusia 30tahunnya itu. kegiatannya selalu diisi dengan clubbing, clubbing, dan bermain dengan teman-temannya yg dari lahir memiliki kekayaan orang tua yang tidak akan pernah habis.Hei, kamu dan mereka tidak sama! aku tahu Ian dikelilingi teman-teman yang mempunyai kekayaan orang tua yang melimpah dehingga mereka tidak perlu bersusah payah untuk bekerja (walaupun aku tahu teman-temannya orang baik).tapi tidak dengan Ian, dia hanya pemuda yang berkecukupan..kalau saja dia terlena lebih lama dengan teman-temannya dia akan ketinggalan jauh untuk menikah dengan ku.aku juga bukan lagi putri raja yang dulu semua keinginanku terpenuhi. walaupun masih tergolong sangat mampu aku hanya ingin Ian jauh berusaha untuk hubungan kami. bukan menopang kepada orang tua.
aku pun mulai bersosialisasi dengan teman-teman baru. aku tidak ingin kehidupanku terkekang dengan Ian saja.aku mau bergaul bebas. tapi disatu saat aku, Fadli, dan Git sedang berjalan salah seorang teman Ian melihat kami. Dia kira aku hanya berjalan berdua bersama Fadli, padahal disampingku ada Git! aku pun dituduh selingkuh..kami bertengkar hebat, tapi Ian memang laki-laki baik dia mengalah. tak lama teman sma ku Alman sering ku telpon hanya sekedar sharing masalah ku dan Ian ini..Ian mulai mencurigaiku lagi.padahal Alman tidak lebih dari sahabat, toh Alamn juga tahu aku ini tunangan orang dan dia tidaksenekat itu untuk mendekatiku.
Pusing ku dibuat nya dengan tuduhan-tuduhan selingkuh.aku menghindari Ian..aku lebih banyak berkomunikasi dengan Git sahabat ku, dan dia perempuan. Aku pun masih dituduh yang bukan-bukan! aku geram dan setiap kami bertemu kami selalu bertengakar dan pada puncaknya Ian melontarkan kata-kata kasar untuk pertama kali nya.Shock? pasti..kemana pria santun, sabar, penyayang yang bertahun-tahun bersamaku?seperti lenyap ditelan bumi bergantikan sosok Ian yang baru dan unfriendly. Dan dia sempat kasar secara fisik kepadaku..jari ku nyaris putus ketika dia berusaha merebut handphone yang merupakan privasi ku.sedetik saja lebih lama aku bertahan untuk menyelamatkan hp itu mungkin akan lebih banyak darah yang keluar..kulihat kulit jari ku terkoyak, perih bukan main.aku menangis didepannya. Ian dengan wajah penuh amarah mengecek isi sms dan telpon, dan dia tidak menemukan apa2! memang tidak ada apa2 pada diriku. hanya dia terlalu POSESIF! saat itu juga kuputuskan pertunangan ku dengannya secara sepihak.aku muak diperlakukan kasar! tak lama wajah Ian mulai melunak dan memohon agar kami tidak berpisah, dia menagis, memohon, tapi aku sudah terlanjur sakit.
Sebenarnya pada saat dia memintaku menjadi pacarnya aku sempat menolaknya 3 kali, namun karna kegigihannya itu dan ku lihat dia sangat sayang terhadap adik bungsuku Lisa. dia berhasil merebut simpatik mama, alm.nenek ku tak lama aku pun menjadi sangat simpatik terhadapnya.. melihat bagaimana dia menemaniku menjaga alm nenek yg pada saat itu sebulan dirawat di RS, tak pernah ku mendengar keluhan walaupun kami harus bermalam minggu di RS selama sebulan. terlebih lagi seringkali dia dengan sabar menghadapi sikap egois ku yang memaksa dia menemani ku menyelesaikan Tugas Akhir kuliah.
Beberapa bulan kamu pacaran ku putuskan untuk bertunangan dengan Ian..Ia melamarku dirumah disaat nenekku genap sebulan meninggal. Sayang nenek tidak mengenalnya lebih lama, padahal aku tau nenek mulai menyayangi Ian.
Aku dan Ian sangat, sangat bahagia..tapi satu sifat yang ku tak suka dari nya, pencemburu. bayangkan saja kegiatanku sehari-hari :
- pagi-pagi buta memasak untuk bekal aku dan Ian demi menabung untuk kami menikah,
- dijemput Ian pergi kekantor,
- setelah dia mengantarku ke kantor Ian pun berangkat ke kantornya,
- pulang kantro Ian sudah berada di Lobi kantor ku,
- makan malam bersama Ian,
- sekitar jam 1 atau 2 malam Ian pulang kerumahnya..
begitupun setiap hari, hungga weekend pun aku harus menemani Ian bertemu dengan teman2nya yang rutin setiap sabtu malam..Ian salah satu anggota club mobil 'jepang' di Jakarta.
Bayangkan selama setahun kami bertunangan tak ada waktu aku berkumpul dengan teman ku, kalaupun ada seperti arisan bulanan teman2 kampus Ian pun 'menebeng' bersama kami. sebenarnya ini lebih baik dibandingkan aku harus menyaksikan perselingkuhan yang pernah kulihat terhadap mantanku, namun lama-lama ini membuatku jenuh.sangat jenuh! ditambah lagi hubungan ku dan Ian tidak mengalami perkembangan mengingat kami sudah bertunangan hampir setahun.
Dari awal kami bertunangan aku berupaya keras untuk memperbaiki karier ku demi biaya kami menikah.alhamdulillah di umur ku yang relatif muda aku menjabat sebagai Art Director disalah satu graphic house..gaji ku lumayan tinggi, aku membantu meringan kan Ian untuk melunasi kartu kredit nya namun apa upaya Ian? untuk bekerja serius pun tidak..tiap hari ku ingat kan agar dia memberikan CV serta ijazah untuk ku masukan di kantor alm papa demi kelangsungan kariernya.Ya, aku cukup mengenal teman2 kerja papa. tapi sebulan ku tagih CV dan ijazahnya tak kunjung datang ditangan ku..sepertinya Ian masih mau bermain2 dimasa lajangnya..tapi, Ya Tuhan....dia sudah berumur 30 tahun! kariernya belum begitu mantap! dan makin lama ku lihat niat untuk menuju pelaminan semakin mundur..
Saat nya bicara serius dengannya. kuberi dia waktu 3 bulan untuk mendapatkan pekerjaan baru yang lebih layak, bagi dirinya juga masa depan pernikahan kami kalau tidak aku akan membatalkan pertunangan kami. kulihat awan mendung diwajah Ian yang biasanya selalu ceria..aku tahu dia tidak ingin kami berpisah..begitu pula aku sebenarnya..tapi ini demi dirinya sendiri..dia terlau banyak bermain-main diusia 30tahunnya itu. kegiatannya selalu diisi dengan clubbing, clubbing, dan bermain dengan teman-temannya yg dari lahir memiliki kekayaan orang tua yang tidak akan pernah habis.Hei, kamu dan mereka tidak sama! aku tahu Ian dikelilingi teman-teman yang mempunyai kekayaan orang tua yang melimpah dehingga mereka tidak perlu bersusah payah untuk bekerja (walaupun aku tahu teman-temannya orang baik).tapi tidak dengan Ian, dia hanya pemuda yang berkecukupan..kalau saja dia terlena lebih lama dengan teman-temannya dia akan ketinggalan jauh untuk menikah dengan ku.aku juga bukan lagi putri raja yang dulu semua keinginanku terpenuhi. walaupun masih tergolong sangat mampu aku hanya ingin Ian jauh berusaha untuk hubungan kami. bukan menopang kepada orang tua.
aku pun mulai bersosialisasi dengan teman-teman baru. aku tidak ingin kehidupanku terkekang dengan Ian saja.aku mau bergaul bebas. tapi disatu saat aku, Fadli, dan Git sedang berjalan salah seorang teman Ian melihat kami. Dia kira aku hanya berjalan berdua bersama Fadli, padahal disampingku ada Git! aku pun dituduh selingkuh..kami bertengkar hebat, tapi Ian memang laki-laki baik dia mengalah. tak lama teman sma ku Alman sering ku telpon hanya sekedar sharing masalah ku dan Ian ini..Ian mulai mencurigaiku lagi.padahal Alman tidak lebih dari sahabat, toh Alamn juga tahu aku ini tunangan orang dan dia tidaksenekat itu untuk mendekatiku.
Pusing ku dibuat nya dengan tuduhan-tuduhan selingkuh.aku menghindari Ian..aku lebih banyak berkomunikasi dengan Git sahabat ku, dan dia perempuan. Aku pun masih dituduh yang bukan-bukan! aku geram dan setiap kami bertemu kami selalu bertengakar dan pada puncaknya Ian melontarkan kata-kata kasar untuk pertama kali nya.Shock? pasti..kemana pria santun, sabar, penyayang yang bertahun-tahun bersamaku?seperti lenyap ditelan bumi bergantikan sosok Ian yang baru dan unfriendly. Dan dia sempat kasar secara fisik kepadaku..jari ku nyaris putus ketika dia berusaha merebut handphone yang merupakan privasi ku.sedetik saja lebih lama aku bertahan untuk menyelamatkan hp itu mungkin akan lebih banyak darah yang keluar..kulihat kulit jari ku terkoyak, perih bukan main.aku menangis didepannya. Ian dengan wajah penuh amarah mengecek isi sms dan telpon, dan dia tidak menemukan apa2! memang tidak ada apa2 pada diriku. hanya dia terlalu POSESIF! saat itu juga kuputuskan pertunangan ku dengannya secara sepihak.aku muak diperlakukan kasar! tak lama wajah Ian mulai melunak dan memohon agar kami tidak berpisah, dia menagis, memohon, tapi aku sudah terlanjur sakit.
Senin, 13 Juli 2009
i'm a bitch
Dari kejadian itu aku belajar satu hal tentang laki-laki, yaitu : BAJINGAN. selain papa, tidak ada laki-laki yang tidak BAJINGAN. aku berbalik memBAJINGAN-kan mereka.
Aku terjerumus lagi didalam alkohol dan memulai 'permainan kotor'. tiap akhir pekan aku dan teman-teman mendatangi bar, longue, club2 besar di jakarta memulai 'balas dendamku' terhadap LAKI-LAKI.aku disitu aku sering didekati pria2, diberi rasa cinta, diberi fasilitas mewah, setelah mendapatkan semuanya mereka ku tinggalkan tanpa perasaan. diotakku hanya ada balas dendam!
aku cantik (kata mereka) dan tak sulit bagi diriku untuk menarik perhatian laki-laki. sepupu ku sendiri sering menggunakan ku sebagai umpan untuk mendapatkan perhatian sekelompok laki-laki agar kami bisa mendapat kan alkohol gratis. yang lebih menjijikkan terkadang aku berciuman dengan laki-laki yang baru ku kenal 2 atau 3 jam sebelumnya. sebut saja di embassy aku mencium 2 pria berbeda dalam satu malam, saat mereka mulai tertarik dan penasaran segera ku tinggalkan mereka tanpa mendapatkan nomor ponsel milikku dan tidak sedikit yg mengajaki 'tidur', namun sayang harga diriku tak serendah itu walaupun aku perempuan brengsek aku masih perawan.
Pernah ada satu pria yang kukenal di Nu China kemang, saat itu ada seorang pria menarik tangan ku dan berusaha berkenalan. selang 2 jam lamanya kami berkenalan & dekat kami berciuman. setelah itu laki-laki itu menagih nomor ponsel ku. aku tak menjawab,ternyata laki2 itu cukup nekat untuk merebut ponsel ku dan mencoba menelepon ke nomornya untuk mendapatkan nomor ku. pagi hari nya baru ku tahu tenyata nama laki-laki yg kucium tadi malam bernama Rizal. dia menawari ku makan siang, namun kutolak mentah-mentah karna aku masih trauma dengan laki-laki dan hanya berniat 'main-main'. setiap hari Rizal menghubungiku lewat posel..dia masih berharap dapat bertemu dengan ku untuk kedua kalinya. dua bulan aku berjalan bersama Rizal & aku tahu dia sangat sayang pada ku, segala barang-barang mewah dia berikan kepadaku tiap kali dia pulang dari korea atau belanda. Hingga suatu hari Rizal menyatakan dia ingin mengenalkan ku kepada ibunya. jelas-jelas aku kaget dan merasa tak enak hati tak menyangka Rizal seserius ini pada ku. saat itu juga aku menyadari kalau perbuatan ku itu sangat lah tidak baik. dibelakangnya pun aku masih mencium laki-laki satu dan yang lainnya hanya untuk melampiaskan rasa sakit hati ku, namun kali ini ada yang benar2 sayang kepada ku. Tapi aku tidak mencintai Rizal, secepatnya aku menghindari nya pada bulan ke 3 Rizal berhenti menghubungi ku.aku tahu dia sangat kecewa karna dia sempat menangis terisak di line telepon ku saat terakhir kami berbicara.. maaf..
aku berfikir ada yang salah dengan diriku, aku berbuat seenaknya dengan perasaan orang lain hanya untuk melampiaskan rasa kekecewaan ku terhadap mantan-mantang ku. Tapi apa beda nya aku dengan mereka sekarang?? aku sama saja seperti mantan ku 'C' yang pengecut menghindari Rizal, ataupun aku sama brengseknya seperti Fajar yang biasa berganti-ganti pasangan seperti mengganti alas kaki..
aku mulai terbangun dari perbuatan brengsek itu, dan mengingat kapan aku terakhir Sholat? ya Allah, sudah berbulan bulan aku tidak pernah sholat, puasa sunah dan sudah berbulan-bulan pula aku tidak mengirimkan yasin untuk papa ku tersayang..cepat-cepat ku ambil air wudhu memulai sholat lagi, walaupun aku tahu kalau dalam 40hari kedepan sholat ku tidak diterima lantasan aku mengkonsumsi alkohol..
Aku terjerumus lagi didalam alkohol dan memulai 'permainan kotor'. tiap akhir pekan aku dan teman-teman mendatangi bar, longue, club2 besar di jakarta memulai 'balas dendamku' terhadap LAKI-LAKI.aku disitu aku sering didekati pria2, diberi rasa cinta, diberi fasilitas mewah, setelah mendapatkan semuanya mereka ku tinggalkan tanpa perasaan. diotakku hanya ada balas dendam!
aku cantik (kata mereka) dan tak sulit bagi diriku untuk menarik perhatian laki-laki. sepupu ku sendiri sering menggunakan ku sebagai umpan untuk mendapatkan perhatian sekelompok laki-laki agar kami bisa mendapat kan alkohol gratis. yang lebih menjijikkan terkadang aku berciuman dengan laki-laki yang baru ku kenal 2 atau 3 jam sebelumnya. sebut saja di embassy aku mencium 2 pria berbeda dalam satu malam, saat mereka mulai tertarik dan penasaran segera ku tinggalkan mereka tanpa mendapatkan nomor ponsel milikku dan tidak sedikit yg mengajaki 'tidur', namun sayang harga diriku tak serendah itu walaupun aku perempuan brengsek aku masih perawan.
Pernah ada satu pria yang kukenal di Nu China kemang, saat itu ada seorang pria menarik tangan ku dan berusaha berkenalan. selang 2 jam lamanya kami berkenalan & dekat kami berciuman. setelah itu laki-laki itu menagih nomor ponsel ku. aku tak menjawab,ternyata laki2 itu cukup nekat untuk merebut ponsel ku dan mencoba menelepon ke nomornya untuk mendapatkan nomor ku. pagi hari nya baru ku tahu tenyata nama laki-laki yg kucium tadi malam bernama Rizal. dia menawari ku makan siang, namun kutolak mentah-mentah karna aku masih trauma dengan laki-laki dan hanya berniat 'main-main'. setiap hari Rizal menghubungiku lewat posel..dia masih berharap dapat bertemu dengan ku untuk kedua kalinya. dua bulan aku berjalan bersama Rizal & aku tahu dia sangat sayang pada ku, segala barang-barang mewah dia berikan kepadaku tiap kali dia pulang dari korea atau belanda. Hingga suatu hari Rizal menyatakan dia ingin mengenalkan ku kepada ibunya. jelas-jelas aku kaget dan merasa tak enak hati tak menyangka Rizal seserius ini pada ku. saat itu juga aku menyadari kalau perbuatan ku itu sangat lah tidak baik. dibelakangnya pun aku masih mencium laki-laki satu dan yang lainnya hanya untuk melampiaskan rasa sakit hati ku, namun kali ini ada yang benar2 sayang kepada ku. Tapi aku tidak mencintai Rizal, secepatnya aku menghindari nya pada bulan ke 3 Rizal berhenti menghubungi ku.aku tahu dia sangat kecewa karna dia sempat menangis terisak di line telepon ku saat terakhir kami berbicara.. maaf..
aku berfikir ada yang salah dengan diriku, aku berbuat seenaknya dengan perasaan orang lain hanya untuk melampiaskan rasa kekecewaan ku terhadap mantan-mantang ku. Tapi apa beda nya aku dengan mereka sekarang?? aku sama saja seperti mantan ku 'C' yang pengecut menghindari Rizal, ataupun aku sama brengseknya seperti Fajar yang biasa berganti-ganti pasangan seperti mengganti alas kaki..
aku mulai terbangun dari perbuatan brengsek itu, dan mengingat kapan aku terakhir Sholat? ya Allah, sudah berbulan bulan aku tidak pernah sholat, puasa sunah dan sudah berbulan-bulan pula aku tidak mengirimkan yasin untuk papa ku tersayang..cepat-cepat ku ambil air wudhu memulai sholat lagi, walaupun aku tahu kalau dalam 40hari kedepan sholat ku tidak diterima lantasan aku mengkonsumsi alkohol..
after 2 years
2 tahun aku sendiri dalam kesibukan kuliah dan kerja, mulai lah aku dengan petualang-petualang ku. disini ku mulai dosa-dosa ku. untuk pertama kalinya aku menyentuh alkohol pada saat salah satu spupu ku mengajak kesalah satu bar terbesar di jakarta.. semula ku tolak minuman haram itu, namun temannya pun mencoba menyekoki. alhasil terminum juga minuman entah apa namanya. tanpa disadari 3 jam kemudia aku mabuk, kehilangan kesadaran. seingat ku teman sepupu ku mencoba menciumku saat aku tengah tidak sadar. entah bagaimana akhirya aku ikut sepupuku iitu pulang kerumahnya dan menginap. mungkin ia takut dengan mama kalau kalau dia memulangkan ku dengan keadaan mabuk. esok pagi aku bangun dengan rasa takut dan terkejut ketika sadar aku tidak berada dikamarku. semenit, dua menit kuperhatikan ternyata ini kamar sepupuku dini. dengan diiringi rasa pusing yang hebat aku memaksakan tubuh untuk berjalan kekamar mandi. aku sedikit lega karna ternyata aku masih perawan ( mengecek tidak ada bercak darah keperawanan yang keluar), rasa ngeri ku memikirkan hal yang satu itu kalau saja tadi malam saat tengah mabuk aku diperkosa.
esok hari nya teman sepupuku yang ternyata benar2 mencium ku malam itu menelepon, entah dari mana dia mendapatkan nomor ku. dia meminta maaf, dari kejadian itu kami mulai dekat sampai suatu hari ku ketahui ternyata dia telah mempunya pacar yg sudah dia bina lebih dari 7tahun. sekali lagi aku kecewa, tapi tidak terlalu dalam untungnya.
selang beberapa minggu di umurku 21 tahun aku dikenalkan dengan pria dewasa, berwibawa, dan berkarakter oleh temanku. tak butuh waktu lama untuk tertarik dengan Fajar namanya. seorang manager suatu perusahaan besar di Indonesia, pembawaan yang tenang namun sedikit nakal, suaranya yang berat, sikap yang selalu menghormati perempuan, melayani perempuan layaknya seorang ratu, aku suka semua nya. saat itu aku memulai hubungan serius dengannya. Fajar memenuhi kriteria pria idaman semua wanita dewasa, ketika aku menjalin hubungan dengan nya tak sedikit wanita lain merasa cemburu padaku. ada yang berusaha mengintip profil ku di friendster, ada pula yang sengaja membuat ku cemburu dengan menampilkan komentar-komentar mesra di profil friendster milik Fajar. aku tidak ambil pusing dengan hal itu.yang aku tahu aku dan Fajar baik2 saja.hubungan kami lancar, tiap akhir minggu pun kami pasti bertemu untuk melepas rasa kangen kami masing2 dan terkadang aku harus menempuh jarak yang lumayan jauh untuk menghampiri Fajar dikala dia sibuk dengan pekerjaannya. oia, aku hampir lupa kalau Fajar itu seorang duda berumur 30 tahun tidak memiliki anak , tapi aku pun tidak peduli dengan status itu yang ku tahu aku cinta dia!
Berbulan bulan ku jalani hubungan kami, sampai disuatu hari aku dikejutkan dengan suara perempuan di line telepon milik Fajar. semula aku berfikir kalau itu bisa saja kakak perempuannya. aku sempat ingat ceritanya kalau Fajar punya seorang kakak perempuan. tenyata dugaan ku salah, perempuan itu lagi lagi mengangkat Handphone milik Fajar pada saat aku menelepon keesok malamnya.Kali ini wanita itu membuatku naik darah saat dia bilang dia sedang "bersenang-senang" dengan Fajar malam itu disuatu hotel, ku raih tas ku dan ku coba hampiri Hotel biasa Fajar menginap jika di jakarta. disitu kudapati Fajar memang benar-benar sedang 'tidur' bersama wanita lain yang lebih dewasa dibandingkan ku hanya gadis bodoh berusia 21 tahun. aku pulang kerumah, dan setelah bertahun-tahun kusembunyikan air mata ini akhirnya dia tumpah juga. dikamar yang sepi ku meraung-ranung menyesali kejadian itu.berkali-kali ku kutuk Fajar dalam hati, berharap dia sudah mati didunia sehingga aku tidaka akan pernah melihatnya lagi. tanpa penjelasan apa-apa dari Fajar kusidahi hubungan kami.ternyata Fajar tidak lebih dari hidung belang kelas kakap, entah berapa banyak perempuan yg sudah dia tiduri..yang pasti bukan aku!
Terakhir ku dengar kabar Fajar menghamili perempuan entah siapa dia dan bertanggung jawab dengan menikahi perempuan itu.. poor u lady!
esok hari nya teman sepupuku yang ternyata benar2 mencium ku malam itu menelepon, entah dari mana dia mendapatkan nomor ku. dia meminta maaf, dari kejadian itu kami mulai dekat sampai suatu hari ku ketahui ternyata dia telah mempunya pacar yg sudah dia bina lebih dari 7tahun. sekali lagi aku kecewa, tapi tidak terlalu dalam untungnya.
selang beberapa minggu di umurku 21 tahun aku dikenalkan dengan pria dewasa, berwibawa, dan berkarakter oleh temanku. tak butuh waktu lama untuk tertarik dengan Fajar namanya. seorang manager suatu perusahaan besar di Indonesia, pembawaan yang tenang namun sedikit nakal, suaranya yang berat, sikap yang selalu menghormati perempuan, melayani perempuan layaknya seorang ratu, aku suka semua nya. saat itu aku memulai hubungan serius dengannya. Fajar memenuhi kriteria pria idaman semua wanita dewasa, ketika aku menjalin hubungan dengan nya tak sedikit wanita lain merasa cemburu padaku. ada yang berusaha mengintip profil ku di friendster, ada pula yang sengaja membuat ku cemburu dengan menampilkan komentar-komentar mesra di profil friendster milik Fajar. aku tidak ambil pusing dengan hal itu.yang aku tahu aku dan Fajar baik2 saja.hubungan kami lancar, tiap akhir minggu pun kami pasti bertemu untuk melepas rasa kangen kami masing2 dan terkadang aku harus menempuh jarak yang lumayan jauh untuk menghampiri Fajar dikala dia sibuk dengan pekerjaannya. oia, aku hampir lupa kalau Fajar itu seorang duda berumur 30 tahun tidak memiliki anak , tapi aku pun tidak peduli dengan status itu yang ku tahu aku cinta dia!
Berbulan bulan ku jalani hubungan kami, sampai disuatu hari aku dikejutkan dengan suara perempuan di line telepon milik Fajar. semula aku berfikir kalau itu bisa saja kakak perempuannya. aku sempat ingat ceritanya kalau Fajar punya seorang kakak perempuan. tenyata dugaan ku salah, perempuan itu lagi lagi mengangkat Handphone milik Fajar pada saat aku menelepon keesok malamnya.Kali ini wanita itu membuatku naik darah saat dia bilang dia sedang "bersenang-senang" dengan Fajar malam itu disuatu hotel, ku raih tas ku dan ku coba hampiri Hotel biasa Fajar menginap jika di jakarta. disitu kudapati Fajar memang benar-benar sedang 'tidur' bersama wanita lain yang lebih dewasa dibandingkan ku hanya gadis bodoh berusia 21 tahun. aku pulang kerumah, dan setelah bertahun-tahun kusembunyikan air mata ini akhirnya dia tumpah juga. dikamar yang sepi ku meraung-ranung menyesali kejadian itu.berkali-kali ku kutuk Fajar dalam hati, berharap dia sudah mati didunia sehingga aku tidaka akan pernah melihatnya lagi. tanpa penjelasan apa-apa dari Fajar kusidahi hubungan kami.ternyata Fajar tidak lebih dari hidung belang kelas kakap, entah berapa banyak perempuan yg sudah dia tiduri..yang pasti bukan aku!
Terakhir ku dengar kabar Fajar menghamili perempuan entah siapa dia dan bertanggung jawab dengan menikahi perempuan itu.. poor u lady!
bangkit dari keterpurukan
Setelah 'menghilangnya' si pengecut 'C' aku memulai karir ku diusia 20 tahun. ku kubur rasa sakit yg ku alami saat itu dengan kuliah sambil bekerja.. aku diterima di salah satu Mall di jakarta menjadi seorang design grafis.. disini ku belajar mengenal dunia kerja sambil menikmati kesendirian ku. namun ternyata bakat menuntun ku untuk mendapat 2 posisi sekaligus, sebagai design grafis dan mengisi kekosongan 'arsitek' yg kabarnya sedang cuti hamil. tanpa ragu kusanggupi untuk mengambil posisi itu sementara dan memahami program AUTO CAD dalam singkat. aku hanya punya waktu 2 bulan untuk belajar secara otodidak program tersebut sambil mengerjakan project besar untuk even natal & imlek. sebagai 'anak baru' dalam dunia kerja dan dikantor sebesar itu nyali ku cukup berani. di hari pertama bekerja aku berhasil membuat orang yg berada di ruang meeting kagum akan ide2 yg meluncur dari mulut ku. Ya, hari pertama, meeting pertama, dan kesan pertama yg begitu mengaggumkan.. aku diberi tanggung jawab untuk menyelesaikan event Natal yg saat itu kami (perusahaan tmpt ku bekerja) bekerja sama dengan salah satu production house animasi terkenal. Panggung, judul event, dekorasi mall, stand-stand, tender dengan kontraktor adalah tugas pertama ku. alhasil aku lembur sampai dengan jam 4 pagi dihari pertama ku bekerja! begitu juga hari-hari selanjutnya..dapat dihitung dengan jari aku pulang kantor dibawah jam 12 malam. "aku hanya ingin mengisi kesendirian" pikirku dalam hati, tak perduli dengan mama yang mulai menangis kasihan terhadap ku karna tubuh ku mulai mengurus dan pucat.
aku mulai karir ku dengan cemerlang. tapi bukan UNPERFECTLY STORIES bila didalamnya tidak ada halangan.. atasan ku yang semula bangga akan diri ku lama kelamaan dia mulai bertingkah. semula dari kerjaan ku yg delalu dianggap salah padahal kesalahan yang kubuat tidak ada artinya, berikut dengan setumpuk kerjaan yg dilemparkan kepada ku padahal itu bukan bagian dari job desk ku. bayangkan jam 9 malam aku disuguhi dengan beberapa berkas surat seperti surat perjanjian kontrak, admin, dll yg jelas-jelas bukan bidang ku! tapi karna saat itu aku masih 'bodoh' tanpa mengeluh ku cari arsip2 bagaimana cara membuat surat2 itu dan mulai mengetik.. esok pagi nya bos ku yg 'super baik' melemparkan berkas yang tadi malam aku kerjaan tepat ke muka ku. esok harinya aku harus lembur sampai dengan jam 6 pagi! dan harus masuk kembali ke kantor pada pukul 11 siang tidak hanya itu beberapa menit sebelum meeting dengan kontraktor bos ku 'perawan tua yg jago dandan 30cm dimukanya itu' berhasil menarik paksa tanganku dan dengan sukses aku tersungkur dilantai kantor..hmmm..KDLK (kekerasan dalam lingkungan kerja)??? usul punya usul ternyata dia sangat iri dengan ku karna aku sempat dijodohkan dengan salah satu promotion manager yg msh single. sebut saja si 'R'. aku dan R memang sering jalan tanpa sepengetahuan orang-orang dikantor ku. tapi kami tidak ada hubungan apa2. hanya sebatas sahabat.. selain dengan R aku bersahabat dengan L yg menduduki leasing manager. tidak hanya berdua dengan R, aku, R dan L sering keluar bersama selepas jam kantor entah hanya untuk nongkrong distarbucks atau pun makan siang diluar Mall karna kami bertiga sepakat kalau kedekatan kami tidak ada yg boleh tau terutama bos ku si cumi, begitu kami bertiga memanggilnya. alasannya simple, karna setiap R berada dekat dengan ku si cumi akan berulah dengan 'memaki ku, menambah kerjaan ku diluar kemampuanku, atau pun dengan teriakan2 yg akar terdengar diseluruh penjuru Mall'. memalukan memang..membuka email saja dia tidak bisa, apalagi mengerjakan pekerjaan nya sendiri?? pekerjaannya ditumpukkan dimeja ku setelah itu dia sibuk berdandan dan menelepon beberapa teman gossip nya..
Tak tahan dengan sikap kasar si cumi aku mengajukan resign..dengan alasan ingin konsentrasi dikuliah. padahal CD perusahaan tempat ku bekerja tau alasan utama ku resign karna si cumi. sempat CD menahanku untuk bertahan tp keputusanku sudah bulat..I'm quit!
aku mulai karir ku dengan cemerlang. tapi bukan UNPERFECTLY STORIES bila didalamnya tidak ada halangan.. atasan ku yang semula bangga akan diri ku lama kelamaan dia mulai bertingkah. semula dari kerjaan ku yg delalu dianggap salah padahal kesalahan yang kubuat tidak ada artinya, berikut dengan setumpuk kerjaan yg dilemparkan kepada ku padahal itu bukan bagian dari job desk ku. bayangkan jam 9 malam aku disuguhi dengan beberapa berkas surat seperti surat perjanjian kontrak, admin, dll yg jelas-jelas bukan bidang ku! tapi karna saat itu aku masih 'bodoh' tanpa mengeluh ku cari arsip2 bagaimana cara membuat surat2 itu dan mulai mengetik.. esok pagi nya bos ku yg 'super baik' melemparkan berkas yang tadi malam aku kerjaan tepat ke muka ku. esok harinya aku harus lembur sampai dengan jam 6 pagi! dan harus masuk kembali ke kantor pada pukul 11 siang tidak hanya itu beberapa menit sebelum meeting dengan kontraktor bos ku 'perawan tua yg jago dandan 30cm dimukanya itu' berhasil menarik paksa tanganku dan dengan sukses aku tersungkur dilantai kantor..hmmm..KDLK (kekerasan dalam lingkungan kerja)??? usul punya usul ternyata dia sangat iri dengan ku karna aku sempat dijodohkan dengan salah satu promotion manager yg msh single. sebut saja si 'R'. aku dan R memang sering jalan tanpa sepengetahuan orang-orang dikantor ku. tapi kami tidak ada hubungan apa2. hanya sebatas sahabat.. selain dengan R aku bersahabat dengan L yg menduduki leasing manager. tidak hanya berdua dengan R, aku, R dan L sering keluar bersama selepas jam kantor entah hanya untuk nongkrong distarbucks atau pun makan siang diluar Mall karna kami bertiga sepakat kalau kedekatan kami tidak ada yg boleh tau terutama bos ku si cumi, begitu kami bertiga memanggilnya. alasannya simple, karna setiap R berada dekat dengan ku si cumi akan berulah dengan 'memaki ku, menambah kerjaan ku diluar kemampuanku, atau pun dengan teriakan2 yg akar terdengar diseluruh penjuru Mall'. memalukan memang..membuka email saja dia tidak bisa, apalagi mengerjakan pekerjaan nya sendiri?? pekerjaannya ditumpukkan dimeja ku setelah itu dia sibuk berdandan dan menelepon beberapa teman gossip nya..
Tak tahan dengan sikap kasar si cumi aku mengajukan resign..dengan alasan ingin konsentrasi dikuliah. padahal CD perusahaan tempat ku bekerja tau alasan utama ku resign karna si cumi. sempat CD menahanku untuk bertahan tp keputusanku sudah bulat..I'm quit!
Rabu, 08 Juli 2009
the unperfectly life beggin..
Kehilangan papa bukan lah penghalang untuk terus melanjutkan meneruskan kuliah.
dengan kehilangan papa menjadikan cambuk bagi diri ku sendiri untuk mendapatkan beasiswa di kampus, untuk sedikit meringankan beban mama yang berangsur pulih..mama sudah bekerja menjadi manager disalah satu perusahaan milik kakaknya, tante ku. walau ku tau mama bisa saja membiayai kuliah ku penuh tapi aku yg dididik oleh papa sebagai perempuan 'cerdas' terus meningkatkan prestasi ku di kampus. dengan bangga aku mendapatkan IP 3,8 di smester ke 2 ku dengan berjuang 2x lipat dibandingkan teman2 ku dan berusaha meninggalkan dunia kemewahan yang dulu sering aku lakukan bersama mereka. Yang dulu aku dikenal sebagai putri manja yg slalu tersedia apapun yg aku butuhkan beralih menjadi perempuan kuat. aku tahu diri ku sangat ambisius dalam bidang apa pun itu (kecuali fisika&matematika) dan hal itu berhasil membuatku meraih apa pun yang aku mau.
Namun kesepian menghampiriku.. akibat menarik diri dari 'teman-teman mewah ku' aku kesepian. tersadar akan arti sahabat sejati..teman sejati tidak akan meninggalkan mu dalam kondisi apa pun itu! Tak lama aku mengenal 'C' senior ku dikampus yang lebih tua 3 tahun. dia sangat baik dan perhatian..laki2 penuh humor dan romantis bagi ku.namun sayang dia beragama lain.sempat ku menjauhinya, tapi dia berhasil meyakini ku akan 'indahnya perbedaan'. kami sangat dekat..begitu juga teman-temannya. setahun kami pacaran..pacar ku pun lulus kuliah.Namun sampai pada akhirnya dia pergi tak ada kabarnya. Hpnya dimatikan, ku beranikan diri umtuk menelepon rumahnya ternyata dia ia pindah rumah.. ada yg salah dengan ku? dengan hubungan ini? 3 bulan aku berusaha mencari nya sendirian..sampai aku putus asa, dan kudapati kabar dr teman2 kampusnya yg juga teman ku ternyata dia pergi entah kemana... rasa kecewa, marah ku lebih meledak ketika ku ketahui dia lari bagai pengecut karna hubungan kami diketahui oleh ibu nya dan dia lebih memilih meninggalkan ku tanpa kata karna takut diusir dari rumahnya.. Yang lebih 'menyedihkan' ibu nya mengumpatku habis2an karna aku 'berbeda ras' dengan mereka.. Sungguh picik pikirannya..
so i decide he's not deserve for me..
dengan kehilangan papa menjadikan cambuk bagi diri ku sendiri untuk mendapatkan beasiswa di kampus, untuk sedikit meringankan beban mama yang berangsur pulih..mama sudah bekerja menjadi manager disalah satu perusahaan milik kakaknya, tante ku. walau ku tau mama bisa saja membiayai kuliah ku penuh tapi aku yg dididik oleh papa sebagai perempuan 'cerdas' terus meningkatkan prestasi ku di kampus. dengan bangga aku mendapatkan IP 3,8 di smester ke 2 ku dengan berjuang 2x lipat dibandingkan teman2 ku dan berusaha meninggalkan dunia kemewahan yang dulu sering aku lakukan bersama mereka. Yang dulu aku dikenal sebagai putri manja yg slalu tersedia apapun yg aku butuhkan beralih menjadi perempuan kuat. aku tahu diri ku sangat ambisius dalam bidang apa pun itu (kecuali fisika&matematika) dan hal itu berhasil membuatku meraih apa pun yang aku mau.
Namun kesepian menghampiriku.. akibat menarik diri dari 'teman-teman mewah ku' aku kesepian. tersadar akan arti sahabat sejati..teman sejati tidak akan meninggalkan mu dalam kondisi apa pun itu! Tak lama aku mengenal 'C' senior ku dikampus yang lebih tua 3 tahun. dia sangat baik dan perhatian..laki2 penuh humor dan romantis bagi ku.namun sayang dia beragama lain.sempat ku menjauhinya, tapi dia berhasil meyakini ku akan 'indahnya perbedaan'. kami sangat dekat..begitu juga teman-temannya. setahun kami pacaran..pacar ku pun lulus kuliah.Namun sampai pada akhirnya dia pergi tak ada kabarnya. Hpnya dimatikan, ku beranikan diri umtuk menelepon rumahnya ternyata dia ia pindah rumah.. ada yg salah dengan ku? dengan hubungan ini? 3 bulan aku berusaha mencari nya sendirian..sampai aku putus asa, dan kudapati kabar dr teman2 kampusnya yg juga teman ku ternyata dia pergi entah kemana... rasa kecewa, marah ku lebih meledak ketika ku ketahui dia lari bagai pengecut karna hubungan kami diketahui oleh ibu nya dan dia lebih memilih meninggalkan ku tanpa kata karna takut diusir dari rumahnya.. Yang lebih 'menyedihkan' ibu nya mengumpatku habis2an karna aku 'berbeda ras' dengan mereka.. Sungguh picik pikirannya..
so i decide he's not deserve for me..
my perfect life before..
aku lahir dari keluarga yang sangat berkecukupan..
menjadi anak sulung dari 3 bersaudara , mempunyai orang tua yang sangat hebat (terutama papa karna dia ayah terkeren dan demokratis diseluruh dunia) , dikelilingi keluarga yang sangat sangat perhatian ( nenek& tante yg slalu ingat hari ulang tahunku), memiliki segalanya yg bisa membuat anak-anak mana pun iri kepadaku.. hidup ku lengkap!
tiap hari ku bersyukur atas kesempurnaan yang aku miliki dulu sampai suatu hari dimana tepatnya 5 tahun yang lalu, Tuhan mengambil Papa. Dalam hitungan 2 hari setelah menempati ruangan kamar rumah sakit papa meninggalkan aku, mama dan adik2 ku. teriak histeris ku memenuhi lorong-lorong mengungkapkan rasa kemarahan ku kepada Tuhan mengapa Dia tega mengambil orang yang paling aku sayang, yg membuat hidupku lengkap. Disaat yg bersamaan mama terlihat "sangat tidak sadar" walaupun tubuhnya masih memeluki papa, Tasya adik ku kedua mengunci dirinya dalam toilet didalam kamar VIP yg papa tempati, sedangkan adik bungsuku Lisa, ia terlalu kecil untuk mengerti hal yg menyedihkan ini dan ia lebih memilih memeluk supirku yg telah mengabdi beberapa tahun kpd keluargaku. "saat ini aku yg paling 'waras' diantara keluarga kecil ku" pikir pendek ku. Ku raih Tasya yg mengerang pedih ditoliet untuk melampiaskan amarah dan sempat lari histeris. Tak beberapa lama tante ku serta keluarga ku yg lain datang berhamburan. ada yg menangis tak percaya, ada yg berusaha membujuk mama utk pulang ke rumah dan berbohong kpd mama kalau papa itu sedang tidur butuh istirahat (karna pada saat itu mama kehilangan akal sehatnya), sebagian mengutuki dokter yang terlambat datang pada saat papa berusaha meraih tombol emergency saat mendapat serangan jantung mendadak. aku tahu papa telah berusaha keras untuk tetap hidup demi kami. tp lagi-lagi kusalahkan Tuhan yg tidak adil !
Malam sebelum penguburan aku tidur diatas kasur papa bersama adik ku dan sahabatku yg malam itu sengaja menginap dirumah untuk menenangkan ku..Dia benar-benar sahabat terbaik yg pernah aku punya. sedikit kurasakan pelukan hangat ketika aku berusaha tertidur. semula ku kira itu teman ku teryata ia tidur menghadap arah yg berlawanan, sejenak kupikir dan kuyakin itu papa. ya itu dia! mengalir deras tangis ku seketika. saat itu juga aku harus kuat menghadapi masalah ini. Aku anak tertua dikeluarga ini dan harus lebih tegar dibandingkan adik2ku dan mama. esok siang setelah pemakaman papa, kulihat berpuluh puluh rangkaian bunga berjejer didepan pagar rumah sampai sesak memenuhi jalanan. teringat beberapa hari yang lalu di RS papa mengeluh tidak ada yg mengirimi ia bunga. Dan entah kenapa sebulan sebelum kepergian nya papa selalu sentimentil. seperti menonton film drama 'A walk to remember' nya Mandy More terakhir 'Two week notice' belum sempat selesai ia tonton. Aku tau papa bukan penyuka film semacam itu, dia Action Maniac! aku dan adik ku adalah movie&music partnernya. ternyata itu lah pertanda ia mau meninggalkan kami.
Sampai detik ini pun kami sekeluarga sangat sangat kehilangan dia.
bukan hanya aku, mama, serta adik2 ku tapi seluruh keluarga besar mama terutama nenek dan tante2ku beserta suami2 nya. Papa hadir dikeluarga besar mama sebagai pelengkap dan penyatu. Kehadirannya begitu besar untuk menyatukan keluarga ini yang mempunyai ego tinggi masing2. Dengan sikap santun, bersahabat dan perhatiannya mempengaruhi keluarga besar ini untuk saling berdekatan satu sama yang lain, dan bagaikan magnet dimana pun ia berada.
Bagi aku dan adik2ku? dia adalah inspirasi dimana kami tumbuh dengan kepribadian kuat dan berwawasan luas. karna papa adalah orang tua, guru, sahabat disaat yang bersamaan..
So long papa ku sayang...
with love from me to u - 'the beattles'
menjadi anak sulung dari 3 bersaudara , mempunyai orang tua yang sangat hebat (terutama papa karna dia ayah terkeren dan demokratis diseluruh dunia) , dikelilingi keluarga yang sangat sangat perhatian ( nenek& tante yg slalu ingat hari ulang tahunku), memiliki segalanya yg bisa membuat anak-anak mana pun iri kepadaku.. hidup ku lengkap!
tiap hari ku bersyukur atas kesempurnaan yang aku miliki dulu sampai suatu hari dimana tepatnya 5 tahun yang lalu, Tuhan mengambil Papa. Dalam hitungan 2 hari setelah menempati ruangan kamar rumah sakit papa meninggalkan aku, mama dan adik2 ku. teriak histeris ku memenuhi lorong-lorong mengungkapkan rasa kemarahan ku kepada Tuhan mengapa Dia tega mengambil orang yang paling aku sayang, yg membuat hidupku lengkap. Disaat yg bersamaan mama terlihat "sangat tidak sadar" walaupun tubuhnya masih memeluki papa, Tasya adik ku kedua mengunci dirinya dalam toilet didalam kamar VIP yg papa tempati, sedangkan adik bungsuku Lisa, ia terlalu kecil untuk mengerti hal yg menyedihkan ini dan ia lebih memilih memeluk supirku yg telah mengabdi beberapa tahun kpd keluargaku. "saat ini aku yg paling 'waras' diantara keluarga kecil ku" pikir pendek ku. Ku raih Tasya yg mengerang pedih ditoliet untuk melampiaskan amarah dan sempat lari histeris. Tak beberapa lama tante ku serta keluarga ku yg lain datang berhamburan. ada yg menangis tak percaya, ada yg berusaha membujuk mama utk pulang ke rumah dan berbohong kpd mama kalau papa itu sedang tidur butuh istirahat (karna pada saat itu mama kehilangan akal sehatnya), sebagian mengutuki dokter yang terlambat datang pada saat papa berusaha meraih tombol emergency saat mendapat serangan jantung mendadak. aku tahu papa telah berusaha keras untuk tetap hidup demi kami. tp lagi-lagi kusalahkan Tuhan yg tidak adil !
Malam sebelum penguburan aku tidur diatas kasur papa bersama adik ku dan sahabatku yg malam itu sengaja menginap dirumah untuk menenangkan ku..Dia benar-benar sahabat terbaik yg pernah aku punya. sedikit kurasakan pelukan hangat ketika aku berusaha tertidur. semula ku kira itu teman ku teryata ia tidur menghadap arah yg berlawanan, sejenak kupikir dan kuyakin itu papa. ya itu dia! mengalir deras tangis ku seketika. saat itu juga aku harus kuat menghadapi masalah ini. Aku anak tertua dikeluarga ini dan harus lebih tegar dibandingkan adik2ku dan mama. esok siang setelah pemakaman papa, kulihat berpuluh puluh rangkaian bunga berjejer didepan pagar rumah sampai sesak memenuhi jalanan. teringat beberapa hari yang lalu di RS papa mengeluh tidak ada yg mengirimi ia bunga. Dan entah kenapa sebulan sebelum kepergian nya papa selalu sentimentil. seperti menonton film drama 'A walk to remember' nya Mandy More terakhir 'Two week notice' belum sempat selesai ia tonton. Aku tau papa bukan penyuka film semacam itu, dia Action Maniac! aku dan adik ku adalah movie&music partnernya. ternyata itu lah pertanda ia mau meninggalkan kami.
Sampai detik ini pun kami sekeluarga sangat sangat kehilangan dia.
bukan hanya aku, mama, serta adik2 ku tapi seluruh keluarga besar mama terutama nenek dan tante2ku beserta suami2 nya. Papa hadir dikeluarga besar mama sebagai pelengkap dan penyatu. Kehadirannya begitu besar untuk menyatukan keluarga ini yang mempunyai ego tinggi masing2. Dengan sikap santun, bersahabat dan perhatiannya mempengaruhi keluarga besar ini untuk saling berdekatan satu sama yang lain, dan bagaikan magnet dimana pun ia berada.
Bagi aku dan adik2ku? dia adalah inspirasi dimana kami tumbuh dengan kepribadian kuat dan berwawasan luas. karna papa adalah orang tua, guru, sahabat disaat yang bersamaan..
So long papa ku sayang...
with love from me to u - 'the beattles'
introduce
Hi there..
here i am with my unperfectly from my "real life story"...
let the stories beggin..
here i am with my unperfectly from my "real life story"...
let the stories beggin..
Langganan:
Komentar (Atom)
