Senin, 10 Agustus 2009

saat ini..

sudah lebih setahun dr kejadian di jakarta, putranto, Ian..
aku disini, bandung. tepatnya sudah satu setengah bulan aku menetap dibandung sendirian..tanpa mama, keluarga, siapa pun. aku mengubur diriku dalam2 disini. kota baru, asing dan memuli kehidupan untuk ku dan bayi ku.

Ya, aku memang wanita brengsek..aku tengah hamil 6,5 bulan sekarang dengan lagi-lagi laki-laki yg tidak bertanggung jawab bertamengkan sholat, dzikir, dan berbau agamais lainnya. semula ku kira dia adalah lelaki terakhirku. beranjak dari kesakitan dan keterpurukan aku bangkit SENDIRIAN. aku begitu kuat..beberapa kali pun aku diterjang badai permasalahan aku langsung bangkit sampai suatu hari aku menemui laki-laki tinggi, hitam, baik hati, dan alim! itu ku butuhkan karna aku sudah muak dengan laki2 yg hanya menginginkan tubuhku.. Rangga, namanya. pada awalnya aku masih dibawah bayang-bayang Ian. tapi kali ini tidak. Rangga tidak pernah memaksa menciumku..Rangga tidak pernah berbuat aneh2 terhadapku pada awalnya. hingga awal tahun 2009 ini kuserahkan jiwa raga ku menjadi miliknya. memang agak trauma ketika pertama kali 'melakukannya dosa' itu lagi apalagi ditambah kejadian dengan Putranto yg mengharuskan aku menggugurkan kandungan ku.

untuk kedua kali nya aku mantap menjaling hubungan. Rangga lekas membawaku ke orang tua nya, dan akhir tahun 2008 kemarin Rangga sempat memboyongku ke Tasik didepan keluarga besarnya. aku terharu dan teriris dalam waktu bersamaan..di Tasik lah aku menemukan kejanggalan pertama di hubungan kami ketika tak sengaja ku lihat sms mesra yg bukan milikku, dari perempuan lain bernama Ayu. aku hancur saat itu jg, tp ku urungkan niat ku utk berdebat. ku bersabar utk menerima kepahitan ini, & ku coba memaafkan Rangga.. aku pendam masalah itu sampai suatu momen aku melihat lagi foto RAngga bersama wanita itu di sebuah pernikahan teman SMA nya yg ku ingat sat itu Rangga berdalih tdk bisa membawaku karna mobilnya penuh dengan teman-teman yg menebeng.

Singkatnya skrg aku hamil (lagi), dan lebih buruknya Rangga kabur entah kemana. kakak dan adik Rangga yg mengetahui nya malah memaki ku di belakang mama, namun ketika mereka di depan mama bersumpah utk bertanggung jawab. keluarga sakit jiwa! padahal mereka dapat dibilang manusia yg taat pada agama. sholat lima waktu jarang mereka tinggalkan, mengaji, dzikir, dan lain2nya.mereka MENGAKU keluarga yg taat agama. persetan dengan semua nya kalau kelakuan mereka menginjak dan menghinaku seperti ini!

mama org g paling ku harapkan malah berusaha membunuh bayi ku. "gugurkan! jgn buat mama malu didepan keluarga & relasi mama" begitu kata nya. lalu aku lari dr jakarta menuju bandung. sekarang disini lah aku. alasan pertama mengapa ku buat jurnal ini hanya sebagai pelampiasan semata. pacarku mendepakku, orang tua membuangku, sahabat yg kukira tak kan pernah menyakiti berbalik memfitnah ku didepan Rangga. Rangga kira aku hamil dengan Ian, mantan tunangan ku. masyaallah! ditambah fitnahan dari sahabat ku sendiri Arlen! aku sudah muak dengan mereka! aku muak!mereka menusukku dari belakang dan berpaling dengan penghianatan.

saat ini aku lari dr jakarta dengan sisa2 uang tabungan dan dr hasil menggadaikan laptop yg ku cicil bersusah payah. disini aku tinggal disebuah kamar kos yg kecil, sempit, namun cukup nyaman untuk ku dan bayi ku tercinta.sudah sebulan aku bertahan dengan Indomie. aku tahu ini tidak baik bagi janin ku alhasil tubuhku tak segemuk wanita hamil lainnya namun perutku tetap membuncit. lama kelamaan aku tidak bisa menutupi kehamilan ku ini dengan korset yg ku pakai tiap hari. aku mulai bekerja sebagai pelayan disebuah restaurant di salah satu mall bandung. aku tdk peduli meski harus menyapu, mengepel, atau mun membuang sampah. yg penting uang yg kuraih halal walaupun tidak banyak.tak sedikit waktu yg kuhabiskan utk menahan lapar ditengah malam..mungkin anak ku benar2 ingin makan. terkadang aku merasakan tendangan atau pukulan di perutku yg memandakan anak ku aktif. walaupun kandungan ku hampir menginjak bulan ke 7 baru satu kali ku memeriksakan ke dokter.itu jg karna terpaksa utk membuktikan kpd mama bahwa aku benar2 hamil dan Rangga harus bertanggung jawab.

saat ini aku benar2 pindah kost an. ke kamar yg lebih kecil, sempit. alasannya mudah, karna harga sewa nya yg lebih murah. persediaan uang ku mulai menipis.. tidak ada lagi susu ibu hamil utk kesehatan bayi ku. tidak ada lagi cemilan dikala aku lapar tengah malam, dan tidak ada lagi ojek ataupun taksi yg ku naiki. aku harus berjalan kaki atau naik angkot menuju tempatku bekerja. seandainya saja Rangga yg kukenal mau sedikit saja berbaik hati membuka hati nya utk anak yg kukandung. tp aku tidak mau mengemis! aku tidak boleh mengeluh, apalagi merengek seperti putri manja. aku akan menjadi ibu bagi anak ku, hanya aku yg dia butuhkan bukan neneknya yg telah membuang ku ataupun ayahnya yg mencampakkan ku! kuharap anak ku berkelamin laki-laki sehingga tidak perlu wali ketika aku harus menikahinya kelak.

sampai saat ini aku terus menyembunyikan air mata didepan org2. namun tak sedikit yg kutumpahkan kala malam sepi menyapa ku terlebih ketika anak ku sayang tengah bermain didalam perutku.

ku harap aku dapat berhatan hingga esok anak ku lahir didunia.. kuharap aku masih dapat membisikan adzan utk nya nanti.. ataupun sekedar memeluk tubuh mungilnya ketika dia hadir utk ku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar