Selasa, 04 Agustus 2009

Setelah menjauh dari Putranto, Ian mulai mendekati ku lagi tepat disaat aku jatuh sakit. Tidak ada satu pun yg tahu kalau aku sedang pendarahan akibat menggugurkan kandungan ku selain sahabat ku Arlen. sahabat yg sudah ku anggap seperti kakak sendiri.

Ian kembali dikehidupan ku lagi, dia merawat ku dengan kasih sayang ketika aku menutup rapat dosa besar. entah dari mana pada suatu saat Ian mengetahui dosa itu! aku tidak tahu dari mana dia mengetahuinya dan bagaimana cara nya dia mengetahui kemaksiatan ku. Dia marah, lagi-lagi memaki ku tapi aku pasrah, memang aku yg bersalah. Ian bersumpah ingin menghancurkan dan mengancam putranto karna telah menyakiti ku. Alhasil putranto lari dari rumah sekitar 3minggu. Saat itu aku masih sedikit merindukan ayah dr anak yg pernah ku kandung tp hanya sekedar emosi sesaat. Perasaan ku tetap pada Ian yg tetap merawat, menjaga ku walaupun dia mengetahui mantan tunangannya telah tidur, hamil dengan orang lain dan berani membunuh bayi dalam kandungannya sendiri.

Ian adalah pria berhati besar yg pernah ku miliki..dia tidak pernah beranjak dr samping ku tetap merawat dengan kasih sayang. namun tidak sedikit caci maki disaat dia mengingat nama Putranto. ku tebalkan kuping ku, dan berusaha bersabar "toh ini slahku semua". Ian menerima ku apa ada nya. perasaan ku tumbuh lebih besar lagi terhadap Ian, dan ku putuskan untuk kembali kepada nya.

Aku meminta kesempatan kedua di hubungan kami yg mulai membaik, namun jawabanya mengecewakan. Ian bilang lebih baik aku membuka hati ku utk lelaki lain. apa maksud dari smua ini???? ber bulan-bulan Ian merawatku dan memberi harapan baru tapi dia malah menolak ku! seperti nya takdir sedang mempermainkan hidupku.

Aku marah dengan Tuhan.tp aku hanya bisa menangis, dan menyesali bahwa ini lah karma ku. karma dari menyakiti Ian dan bayi ku sendiri.. aku mengerti, siapa yg mau dengan perempuan kotor seperti ku? siapa yg mau barang bekas seperti ku? kalaupun ada pasti hargaku 'murah'

aku berusaha bangkit dari keterpurukan..mengais serpihan-serpihan keidupan yg telah hancur di tangan ku sendiri. aku terlalu sombong, angkuh! sekarang luluh lantah bersama kesucian dan harga diri..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar