Akhirnya aku diterima sebagai asisten dosen Universitas swasta di Jakarta. sudah ku bilang aku ini ambisius, pintar, dan slalu mendapatkan apapun yang aku mau terutama dalam karier ku.
Karier ku melonjak drastis, sselain menjabat Art Director di graphic house namun client kami merupakan perusahaan-perusahaan besar. Salary yg ku dapatkan tidak sedikit, belum ditambah bonus2 dari bos ku yg sangat royal. Tak sedikit yang dia beri kepada ku dan karyawan lainnya. Tapi entah kenapa mama selalu saja mengeluh akan keuangan ku, dia selalu merasa tidak cukup. Padahal bagi perempuan seumuran ku karierku sangat diatas rata2..aku bekerja 2 bahkan 3 kali lipat dibandingkan teman-teman ku, aku selalu memberikan hasil jerih payah ku pada mama walaupun berupa 'belanja bulanan yg komplit'. tapi mama selalu mengeluh, tak ada rasa bangga yg terucap dibibirnya yang ada hanya keluhan.
Aku tahu mama terbiasa berpuluh-puluh tahun hidup mewah saat papa masih ada. tapi aku belum bisa dibandingkan dengan papa yang mengabdikan dirinya diperusahaan lebih dari 20tahun dan papa dengan sejuta keahliannya mempunyai perusahaan sendiri diluar kantor yang penghasilan berpuluh kali lipat bahkan seratus kali lipat dibandingkan aku..setiap bulan ada saja keluhan dari mama, yang kurang ini lah, kurang itu lah..salah salah aku membeli merek beras pun dikomentari nya. di samping itu Tasya adik tengah ku dia belum lulus kuliah, meneruskan kuliahpun ogah-ogahan..tidak bekerja seperti aku dulu saat kuliah.tapi apa mama mengomentari nya? tidak sama sekali..Tasya tidak pernah dimarahi, dikeluhi, dikomentari macam2 walaupun kerjaan nya hanya : makan, tidur, bangun siang, jalan-jalan dan bersenang-senang dengan teman2nya. Lisa adik bungsu ku? tentu dia masih tidak terlalu banyak beban, tugasnya hanya belajar. aku merasa di'anak tirikan'. aku mulai memberontak dan bersikap sedikit tidak sopan kepadanya. aku tahu itu salah tapi aki hanya ingin dihargai seperti aku sangat menghargai mama..seandainya dia tahu bagaimana aku berusaha keras memepertahankan beasiswaku dan membuang ego utk bersenang-senang dengan teman kampus, seandainya dia tahu bagaimana aku membanting tulang agar bisa menghidupi diriku sendiri dan berupaya keras membantu adik2ku, seandainya ada satu kata 'bangga' saja yg terucap dari bibirnya ketika aku lulus kuliah dengan predikat terbaik..rasanya ego mama terlalu besar.
Tak jarang saat malam tiba kerinduan ku terhadap papa datang menyergap ku seketika, entah disaat aku membacakan yasin utk nya atau pun sekedar mendengar lagu favorit ku dan papa yg sering kita nyanyikan. aku rindu dimana papa selalu datang kekamarku ketika pulang kantor, ketika kami bergurau bertiga dengan Tasya, dan yg paling ku rindukan saat-saat diriku sakit dia lah orang yg pertama hadir dikamarku untuk memeriksa kesehatanku, bukan mama. aku sadar aku dan mama tidak terlalu dekat semasa papa hidup. Yang ku tahu sesaat ku lahir aku tidur sekamar dengan nenek ku sayang sampai dengan aku lulus TK. 6 tahun masa SD kami sekeluarga hijrah ke Riau, aku pun tdk terlalu dekat dengan mama. mama selalu sibuk dengan kegiatan arisannya, dan shopping dengan istri karyawan2 papa. aku dan Tasya adik ku seperti anak terlalntar yg ditinggal dengan pembantu dan supir. memang pada saat itu aku sedikit merasa kesepian namun sahabat SD ku Gea dan mamanya selalu membuka pintu rumahnya lebar2 utk anak kesepian seperti ku. Yang ku ingat mama nya Gea adalah ibu rumah tangga bertangan dingin memasak segala jenis masakan. semua pekerjaan ibu rumah tangga ia kerjaan sendiri. tak lupa dia sering membuatkan ku jus pepaya + fanta kesukaan ku. berbeda dengan mama segala pekerjaannya di ambil alih oleh mba iyem pembantu yg 6 tahun mengabdi dengan keluarga ku. sampai sekarang pun mama masih tidak terlalu peduli dengan diri ku yg jarang makan ketika aku sibuk dengan pekerjaan ku, dan tak jarang aku sering lupa makan hingga 2 hari sangking sibuknya.
tapi aku tetap sayang dengan mama, itu ku buktikan dengan meninju seseorang anak laki-laki pada saat kelas 4 yg terang2an mengejek mama ku jelek. Dia berkata seperti itu karna mama tidak pernah datang kesekolah karna sibuk dengan kegiatan 'sosialnya' sehingga dikira mamaku seorang wanita jelek yg malu utk datang kesekolah. Ngomong-ngomong mama itu cantik, saat papa meninggal tak perlu waktu lama para duda mendekati mama dan akhirnya (alhamdulillah) mama menikah lagi setahun yang lalu. terlebih waktu muda mama terlihat bersinar ketika kulihat potret usang miliknya.
Ketika papa pergi org yg sangat terpukul adalah mama, saat ini walaupun sudah menikah aku yakin jauh dalam lubuk hati mama dia masih mencintai papa. sering kulihat air mata mama mengalir ketika melihat foto alm papa.
Seandainya mama tahu sebesar apa upaya dan usaha ku kini utk kembali membangun kerajaan kami dulu seperti semasa papa ada. sekuat apa pun hati, aku hanya seorang anak yg masih memerlukan semangat dan perhatian darinya.
Kamis, 30 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar