Rabu, 08 Juli 2009

my perfect life before..

aku lahir dari keluarga yang sangat berkecukupan..
menjadi anak sulung dari 3 bersaudara , mempunyai orang tua yang sangat hebat (terutama papa karna dia ayah terkeren dan demokratis diseluruh dunia) , dikelilingi keluarga yang sangat sangat perhatian ( nenek& tante yg slalu ingat hari ulang tahunku), memiliki segalanya yg bisa membuat anak-anak mana pun iri kepadaku.. hidup ku lengkap!

tiap hari ku bersyukur atas kesempurnaan yang aku miliki dulu sampai suatu hari dimana tepatnya 5 tahun yang lalu, Tuhan mengambil Papa. Dalam hitungan 2 hari setelah menempati ruangan kamar rumah sakit papa meninggalkan aku, mama dan adik2 ku. teriak histeris ku memenuhi lorong-lorong mengungkapkan rasa kemarahan ku kepada Tuhan mengapa Dia tega mengambil orang yang paling aku sayang, yg membuat hidupku lengkap. Disaat yg bersamaan mama terlihat "sangat tidak sadar" walaupun tubuhnya masih memeluki papa, Tasya adik ku kedua mengunci dirinya dalam toilet didalam kamar VIP yg papa tempati, sedangkan adik bungsuku Lisa, ia terlalu kecil untuk mengerti hal yg menyedihkan ini dan ia lebih memilih memeluk supirku yg telah mengabdi beberapa tahun kpd keluargaku. "saat ini aku yg paling 'waras' diantara keluarga kecil ku" pikir pendek ku. Ku raih Tasya yg mengerang pedih ditoliet untuk melampiaskan amarah dan sempat lari histeris. Tak beberapa lama tante ku serta keluarga ku yg lain datang berhamburan. ada yg menangis tak percaya, ada yg berusaha membujuk mama utk pulang ke rumah dan berbohong kpd mama kalau papa itu sedang tidur butuh istirahat (karna pada saat itu mama kehilangan akal sehatnya), sebagian mengutuki dokter yang terlambat datang pada saat papa berusaha meraih tombol emergency saat mendapat serangan jantung mendadak. aku tahu papa telah berusaha keras untuk tetap hidup demi kami. tp lagi-lagi kusalahkan Tuhan yg tidak adil !

Malam sebelum penguburan aku tidur diatas kasur papa bersama adik ku dan sahabatku yg malam itu sengaja menginap dirumah untuk menenangkan ku..Dia benar-benar sahabat terbaik yg pernah aku punya. sedikit kurasakan pelukan hangat ketika aku berusaha tertidur. semula ku kira itu teman ku teryata ia tidur menghadap arah yg berlawanan, sejenak kupikir dan kuyakin itu papa. ya itu dia! mengalir deras tangis ku seketika. saat itu juga aku harus kuat menghadapi masalah ini. Aku anak tertua dikeluarga ini dan harus lebih tegar dibandingkan adik2ku dan mama. esok siang setelah pemakaman papa, kulihat berpuluh puluh rangkaian bunga berjejer didepan pagar rumah sampai sesak memenuhi jalanan. teringat beberapa hari yang lalu di RS papa mengeluh tidak ada yg mengirimi ia bunga. Dan entah kenapa sebulan sebelum kepergian nya papa selalu sentimentil. seperti menonton film drama 'A walk to remember' nya Mandy More terakhir 'Two week notice' belum sempat selesai ia tonton. Aku tau papa bukan penyuka film semacam itu, dia Action Maniac! aku dan adik ku adalah movie&music partnernya. ternyata itu lah pertanda ia mau meninggalkan kami.

Sampai detik ini pun kami sekeluarga sangat sangat kehilangan dia.
bukan hanya aku, mama, serta adik2 ku tapi seluruh keluarga besar mama terutama nenek dan tante2ku beserta suami2 nya. Papa hadir dikeluarga besar mama sebagai pelengkap dan penyatu. Kehadirannya begitu besar untuk menyatukan keluarga ini yang mempunyai ego tinggi masing2. Dengan sikap santun, bersahabat dan perhatiannya mempengaruhi keluarga besar ini untuk saling berdekatan satu sama yang lain, dan bagaikan magnet dimana pun ia berada.

Bagi aku dan adik2ku? dia adalah inspirasi dimana kami tumbuh dengan kepribadian kuat dan berwawasan luas. karna papa adalah orang tua, guru, sahabat disaat yang bersamaan..

So long papa ku sayang...



with love from me to u - 'the beattles'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar