Aku bertunangan! ya betul, tanpa paksaan dari pihak mana pun.. aku benar2 jatuh cinta kali ini dan pria yg bernama Ian ini juga sangat mencintaiku. ak, dia & kami bahagia. Ian tipe pria metropolis yang tampan, kulitnya putih bersih, mempunya pekerjaan yang lumayan, rajin sholat, pandai bergaul dengan siapa pun, dan yg terpenting dia tergila-gila pada ku.. awalnya aku menjalani hubungan dengan Ian tidak begitu yakin mengingat kejadia Fajar dan mantan-mantan ku yang lain. Tapi pria ini beda sikapnya santun, sabar, sangat 'ngemong', yang pasti dia mantap menjalin hubungan dengan ku..
Sebenarnya pada saat dia memintaku menjadi pacarnya aku sempat menolaknya 3 kali, namun karna kegigihannya itu dan ku lihat dia sangat sayang terhadap adik bungsuku Lisa. dia berhasil merebut simpatik mama, alm.nenek ku tak lama aku pun menjadi sangat simpatik terhadapnya.. melihat bagaimana dia menemaniku menjaga alm nenek yg pada saat itu sebulan dirawat di RS, tak pernah ku mendengar keluhan walaupun kami harus bermalam minggu di RS selama sebulan. terlebih lagi seringkali dia dengan sabar menghadapi sikap egois ku yang memaksa dia menemani ku menyelesaikan Tugas Akhir kuliah.
Beberapa bulan kamu pacaran ku putuskan untuk bertunangan dengan Ian..Ia melamarku dirumah disaat nenekku genap sebulan meninggal. Sayang nenek tidak mengenalnya lebih lama, padahal aku tau nenek mulai menyayangi Ian.
Aku dan Ian sangat, sangat bahagia..tapi satu sifat yang ku tak suka dari nya, pencemburu. bayangkan saja kegiatanku sehari-hari :
- pagi-pagi buta memasak untuk bekal aku dan Ian demi menabung untuk kami menikah,
- dijemput Ian pergi kekantor,
- setelah dia mengantarku ke kantor Ian pun berangkat ke kantornya,
- pulang kantro Ian sudah berada di Lobi kantor ku,
- makan malam bersama Ian,
- sekitar jam 1 atau 2 malam Ian pulang kerumahnya..
begitupun setiap hari, hungga weekend pun aku harus menemani Ian bertemu dengan teman2nya yang rutin setiap sabtu malam..Ian salah satu anggota club mobil 'jepang' di Jakarta.
Bayangkan selama setahun kami bertunangan tak ada waktu aku berkumpul dengan teman ku, kalaupun ada seperti arisan bulanan teman2 kampus Ian pun 'menebeng' bersama kami. sebenarnya ini lebih baik dibandingkan aku harus menyaksikan perselingkuhan yang pernah kulihat terhadap mantanku, namun lama-lama ini membuatku jenuh.sangat jenuh! ditambah lagi hubungan ku dan Ian tidak mengalami perkembangan mengingat kami sudah bertunangan hampir setahun.
Dari awal kami bertunangan aku berupaya keras untuk memperbaiki karier ku demi biaya kami menikah.alhamdulillah di umur ku yang relatif muda aku menjabat sebagai Art Director disalah satu graphic house..gaji ku lumayan tinggi, aku membantu meringan kan Ian untuk melunasi kartu kredit nya namun apa upaya Ian? untuk bekerja serius pun tidak..tiap hari ku ingat kan agar dia memberikan CV serta ijazah untuk ku masukan di kantor alm papa demi kelangsungan kariernya.Ya, aku cukup mengenal teman2 kerja papa. tapi sebulan ku tagih CV dan ijazahnya tak kunjung datang ditangan ku..sepertinya Ian masih mau bermain2 dimasa lajangnya..tapi, Ya Tuhan....dia sudah berumur 30 tahun! kariernya belum begitu mantap! dan makin lama ku lihat niat untuk menuju pelaminan semakin mundur..
Saat nya bicara serius dengannya. kuberi dia waktu 3 bulan untuk mendapatkan pekerjaan baru yang lebih layak, bagi dirinya juga masa depan pernikahan kami kalau tidak aku akan membatalkan pertunangan kami. kulihat awan mendung diwajah Ian yang biasanya selalu ceria..aku tahu dia tidak ingin kami berpisah..begitu pula aku sebenarnya..tapi ini demi dirinya sendiri..dia terlau banyak bermain-main diusia 30tahunnya itu. kegiatannya selalu diisi dengan clubbing, clubbing, dan bermain dengan teman-temannya yg dari lahir memiliki kekayaan orang tua yang tidak akan pernah habis.Hei, kamu dan mereka tidak sama! aku tahu Ian dikelilingi teman-teman yang mempunyai kekayaan orang tua yang melimpah dehingga mereka tidak perlu bersusah payah untuk bekerja (walaupun aku tahu teman-temannya orang baik).tapi tidak dengan Ian, dia hanya pemuda yang berkecukupan..kalau saja dia terlena lebih lama dengan teman-temannya dia akan ketinggalan jauh untuk menikah dengan ku.aku juga bukan lagi putri raja yang dulu semua keinginanku terpenuhi. walaupun masih tergolong sangat mampu aku hanya ingin Ian jauh berusaha untuk hubungan kami. bukan menopang kepada orang tua.
aku pun mulai bersosialisasi dengan teman-teman baru. aku tidak ingin kehidupanku terkekang dengan Ian saja.aku mau bergaul bebas. tapi disatu saat aku, Fadli, dan Git sedang berjalan salah seorang teman Ian melihat kami. Dia kira aku hanya berjalan berdua bersama Fadli, padahal disampingku ada Git! aku pun dituduh selingkuh..kami bertengkar hebat, tapi Ian memang laki-laki baik dia mengalah. tak lama teman sma ku Alman sering ku telpon hanya sekedar sharing masalah ku dan Ian ini..Ian mulai mencurigaiku lagi.padahal Alman tidak lebih dari sahabat, toh Alamn juga tahu aku ini tunangan orang dan dia tidaksenekat itu untuk mendekatiku.
Pusing ku dibuat nya dengan tuduhan-tuduhan selingkuh.aku menghindari Ian..aku lebih banyak berkomunikasi dengan Git sahabat ku, dan dia perempuan. Aku pun masih dituduh yang bukan-bukan! aku geram dan setiap kami bertemu kami selalu bertengakar dan pada puncaknya Ian melontarkan kata-kata kasar untuk pertama kali nya.Shock? pasti..kemana pria santun, sabar, penyayang yang bertahun-tahun bersamaku?seperti lenyap ditelan bumi bergantikan sosok Ian yang baru dan unfriendly. Dan dia sempat kasar secara fisik kepadaku..jari ku nyaris putus ketika dia berusaha merebut handphone yang merupakan privasi ku.sedetik saja lebih lama aku bertahan untuk menyelamatkan hp itu mungkin akan lebih banyak darah yang keluar..kulihat kulit jari ku terkoyak, perih bukan main.aku menangis didepannya. Ian dengan wajah penuh amarah mengecek isi sms dan telpon, dan dia tidak menemukan apa2! memang tidak ada apa2 pada diriku. hanya dia terlalu POSESIF! saat itu juga kuputuskan pertunangan ku dengannya secara sepihak.aku muak diperlakukan kasar! tak lama wajah Ian mulai melunak dan memohon agar kami tidak berpisah, dia menagis, memohon, tapi aku sudah terlanjur sakit.
Kamis, 16 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar