Aku tahu aku masih sangat sayang dengan Ian, begitu pula dia. Disaat hari ulang tahun ku dengan manis membawa ku kesalah satu cafe dibilangan menteng.disana dia kembali memohon agar aku tidak meninggalkannya..tapi tujuan ku kesana hanya satu mengembalikan cincin pertunangan kami. Ian terdiam, katika didalam mobil pun dia hanya terdiam dan memelukku. ada bulir-bulir air mata yang jatuh dipundakku pada saat Ian memeluk.
aku tahu ini sakit, tapi aku takut untuk lebih sakit lagi bila Ian mengulang kesalahannya kemarin dengan perlakuan kasarnya. aku menjadi sangat sensitif terhadap rasa sakit, dan berusaha lari dari rasa itu yaitu dengan berakhirnya pertunangan kami dari pada aku merasakan siksaan lagi. aku tahu aku egois..sebelumnya aku pernah melempar baju2 Ian yang ada dilemari kamar ku dikala dia menginap dirumah, serta melempar beberapa barang-barang miliknya keluar pagar. Ian pun menangkap barang-barang nya dengan tergopoh-gopoh ditemani air mata yang jatuh dipipi nya. Hari itu aku masih sangat emosi, pikiran ku kacau, dan tidak percaya kalau orang yang selama ini ku banggakan didepan keluarga, teman malah menjadi ganas dengan tuduhan2 yang tak pernah terbukti..entah siapa atau apa yang merasuki Ian saat itu sehingga Ian pun sempat membanting tubuhku dan merebut hp.
tapi sekarang semua nya benar-benar berakhir walau aku tahu ini rasa nya sulit karna masih menyimpan rasa yang begitu dalam terhadap Ian..
Kamis, 16 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar