Kamis, 30 Juli 2009

my sins

Setelah Ian jauh dari ku pun tak ada lagi tempat mengadu dan melapas penat dr omelan mama atau pun dr pekerjaan ku. Padahal aku tahu Ian tidak pernah bisa jauh dari ku, tapi aku yg menjauhkan diri dr nya karna rasa trauma..aku sendiri lagi.

Mengulang hari-hari 'autis' adalah kegemaran ku..nonton bioskop, makan sampai belanja pun aku sendirian.. Entah kapan tepatnya aku mulai dekat dengan teman lama ku Putranto. dulu Ian cemburu setengah mati dengannya, dan sekali lagi aku dan putranto tidak punya hubungan apa2 dulu, putranto juga punya kekasih yg cantik. tapi ternyata satelah kami mulai berhubungan lagi setelah 2tahun lamanya ternyata putranto dan cacha menyudahi hubungan mereka. disitulah kami merasa ada persamaan, aku dan dia sama2 sendiri. terus terang aku tidak berharap banyak pada putranto, dan tidak punya niatan utk mempunyai hubungan serius dengannya, mungkin karna dilihat dari karakter diri dimana aku tidak menemukan 'kegigihan' putranto dalam berumah tangga dan kemapanannya. maksud dengan 'kemapanan' bukan berati aku perempuan matre yg mengingin kan lelaki kaya raya, tapi setidaknya dia mau berjuang keras bersama ku utk membangung 'kerajaan kecil kami'.

Bagi ku putranto hanya penyemarak hidup ku tidak lebih. Sayang dengannya? tentu saja, tetapi tidak cinta sepeti perasaan ku terhadap Ian. Lagi-lagi karna 'ketololan' ku aku larut dalam dunia malam dimana lagi-lagi aku menenggak alkohol atas pelampiasan kekecewaan terhadap pertunangan yg sudah hancur lebur. malu aku dengan kehidupan pribadi yg tidak semulus karier ku. Peduli setan aku hanya ingin bersenang-senang! putranto bekerja di cafe International di Jakarta tak jarang berkawan dengan alkohol sejenisnya, pada awal kencan kami juga aku disuguhi wine mahal. putranto jenis pria yg sangaaaat adorable pada awalnya. he's know how to treat women rite, our date full of luxurious.. but he's not my tipe. bagaimana utk mempunyai anak, menuju pelaminan pun rasanya masih jauh.. jadi ku ambil waktu hanya untuk bersenag-senang.

Sampai dimana suatu hari ku lakukan dosa terbesarku..aku yg tak sadar akan pengaruh alkohol telah merusak kesucianku sendiri..rasa sesak, sesal, kecewa merebak diseluruh tubuh dan pikiranku. aku adalah wanita sombong dan angkuh dengan semua 'kesucianku' telah hilang dalam waktu semalam. aku dan putranto memang tidak memiliki komitmen apa2 tapi aku begitu dekat dan kami melakukan dosa itu.

satu setengah bulan kemudian aku hamil, terduduk lemas aku dalam kamar mandi pagi itu. tangan ku masih gemetar saat memegang hasil test pack, air mata tak terbendung lagi jatuh bersamaan harga diri ku dan semua masa depan yg susah payah ku susun berserakan seketika. cepat2 ku raih handphone dan ku dial nomor telpon putranto. aku yakin pagi itu pasti dia belum berangkat ke kantornya. "aku hamil beb" diiringi isak tangis line telpon pagi itu. putranto terdiam dan hanya bertanya "kamu mau bagaimana sekarang?" pertanyaan itu masih terngiang ditelingaku sampai detik ini. aku tdk tahu harus melakukan apa dan bagaimana. aku takut, aku benar-benar tidak dapat berfikir jernih.

entah bagaimana pagi itu juga putranto bersama sahabatnya ervan datang kerumahku. Yang menyakitkan putranto turun dari mobil sambil 'cengengesan' dan membawa sebungkus plasti hitam. ternyata isi plastik itu jamu utk menggugurkan kandungan. aku hanya perempuan bodoh yg hanya mengikuti sarannya..hanya bisa mengangguk ketika putranto menjelaskan bagaimana cara membuat dan meminum jamu laknat itu. tiap tengah malam aku terbangun utk meminum jamu itu selama seminggu. namun tidak ada hasilnya, aku masih positif hamil. yg kuinggat 3 hari kemudian putranto membawaku kesalah satu klinik di daerah cikini. entah apa nama klinik itu aku tidak mau ingat! disitu ku buat dosa yg lebih besar dengan menggugurkan kandungan ku..sebelum kuret aku terus menangis didalam mobil, putranto berusaha memeluk utk menenangkan ku tp aku terlalu jijik dengannya.jgnkan disentuh, mendengar suaranya saja aku mual. selama seminggu aku tidak pernah mau mengangkat telpon darinya selain sms utk memberi tahukan kalau hari itu aku mau dibawa keklinik. aku bersumpah demi nama Allah seluruh tubuhku rasanya lebih baik dicabut dari pada aku melakukan dosa biadab itu.

Setiap memejamkan mata ini terbayang lorong-lorong gelap dimana salah satu perawat membawaku ke kursi persalinan. disitu aku harus menanggalkan celana ku dan duduk dikursi yg terbentuk utk mengangkangkan kaki, membuka urat urat kemaluan. dalam hitungan menit perawat membiusku begitu cepat. entah beberapa lama aku terjaga dari obat biusku karna rasa sakit yg begitu hebat diperut. nyeri yg tak tertahankan, aku sudah dipakaikan kembali celana. ternyata proses kuret sudah selesai, dan begitulah rasa membunuh bayimu sendiri, sakit! tdk hanya secara fisik, tapi hatiku benar2 sakit. baru kusadari aku menginginkan bayi itu. bayi yg tak pernah kulihat rupanya, tak pernah ku sentuh raganya, apalagi sekedar memberinya nama..jenis kelaminnya pun aku tak tahu. aku pulang dengan rasa nyeri yg begitu hebat di bagian bawah perut, dan dokter laknat itu memberi beberapa antobiotik, vitamin, dan obat penghilang rasa nyeri.. obat2 itu mungkin bisa menyembuhkan rasa sakit diperutku namun tidak di hati ku.

aku menjauhkan diri dr putranto, dr ayah yg pernah kukandung anaknya..aku terlalu takut utk bertemu dengannya. dosa ku terlalu banyak..aku bukan manusia lagi, aku tak lebih dari setan yg keji membunuh anaknya sendiri, merobek harga dirinya hanya utk kesenangan semalam. aku terlalu hina.. andai papa tau kelakuan anak sulung nya ini, aku begitu malu dengan diriku sendiri. betapa hinanya aku dimata manusia..

aku mulai merindukan Ian yg selalu menjagaku, tapi aku sudah tidak pantas lagi utk menjadi pendamping laki-laki mana pun. aku telah menjadi perempuan yg gagal dan ibu yg biadab..

aku hanya seonggok sampah saat ini, jangankan Ian mau kembali kepadaku, bermimpi menjadi istri orang pun tidak mungkin.siapa yg mau dengan sampah seperti ku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar